jual condotel mewah

Rp 2.422.000.000

Cari Resort Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL).

Cari Resort Sentul RumahCantikku.com adalah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Cari Resort Sentul

Cari Resort Sentul

Saya seringkali terobsesi dengan buku. Mungkin karena saya suka membaca, makanya buku jadi hal yang amat menarik buat saya. Dan setahu saya, semua orang besar punya kecintaan yang juga amat besar terhadap buku. Selalu ada perpustakaan pribadi yang mereka miliki di rumah dengan ratusan bahkan ribuan judul buku di dalamnya. Muhammad Hatta misalnya, salah satu tokoh yang saya kagumi, memiliki perpustakaan pribadi dengan koleksi luar biasa. Sepulang dari pengasingan di Belanda, nyaris tak ada harta pribadi yang ia bawa selain berpeti-peti buku....

 
Saya seringkali terobsesi dengan buku. Mungkin karena saya suka membaca, makanya buku jadi hal yang amat menarik buat saya. Dan setahu saya, semua orang besar punya kecintaan yang juga amat besar terhadap buku. Selalu ada perpustakaan pribadi yang mereka miliki di rumah dengan ratusan bahkan ribuan judul buku di dalamnya.
Muhammad Hatta misalnya, salah satu tokoh yang saya kagumi, memiliki perpustakaan pribadi dengan koleksi luar biasa. Sepulang dari pengasingan di Belanda, nyaris tak ada harta pribadi yang ia bawa selain berpeti-peti buku. Ia bahkan punya koleksi buku-buku yang terhitung langka. Saat putrinya, Halida, sedang menyusun tesis dan memebutuhkan referensi buku yang sulit didapat, ternyata buku itu justru ditemuinya di perpustakaan sang ayah.
Dewi Lestari, penulis yang karyanya seringkali membuat saya kagum, pernah bercerita tentang koleksi bukunya yang berjumlah seribu-mungkin sekarang sudah lebih dari itu. Begitupun para tokoh yang rumahnya menjadi profil di KOMPAS Minggu, rata-rata punya perpustakaan pribadi. Bahkan koleksi bukunya menguasai hampir sebagian besar ruangan dalam rumah.
Saya sendiri suka mengoleksi buku. Saya mulai membeli buku sendiri saat kuliah karena saat itu lah saya punya dana lebih. Lucunya saya malah tak terlalu suka buku-buku non-fiksi kecuali komik detektif atau novel misteri seperti karya Agatha Christie. Karena itu koleksi buku fiksi saya bisa dihitung dengan jari. Saya lebih suka buku-buku non-fiksi seperti kumpulan esai, biografi atau kisah-kisah nyata.
Tapi karena budget terbatas, koleksi buku saya belum terlalu banyak. Jika didaftar, jumlahnya kini paling baru mencapai 150-an. Sekarang, saya malah harus membagi pos dana untuk membeli buku untuk saya dan untuk anak saya. Hanya saja, suami saya suka complain kalau saya keseringan beli buku,
“Yang di rumah aja belum tentu udah dibaca..” begitu katanya.
Iya juga sih..Kadang, saya cuma “lapar mata” dan membeli buku karena merasa memerlukannya. Padahal, sampai berbulan-bulan saya tak juga membacanya.

 

Tapi tetap..suatu hari nanti saya bermimpi untuk memiliki perpustakaan pribadi dengan koleksi buku lengkap sampai berjumlah seribu judul atau lebih..Syukur-syukur kalau orang lain pun bisa ikut menikmati dan mengambil manfaat dari koleksi buku saya..
 
 
Writer : bangkit Tensai

Tentang Monumen Kapal Selam Monumen Kapal Selam Atau biasa di singkat dengan Monkasel, yang berlokasi di tepi Kali Mas, di

Tentang Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam

Atau biasa di singkat dengan Monkasel, yang berlokasi di tepi Kali Mas, di pusat kota Surabaya. Lebih tepatnya di sebelah plaza Surabaya yaitu berada di Jalan Pemuda no 39. Monumen Kapal selam biasa buka pada hari senin sampai jumat, pukul 08.00 sampai 20.00 sedangkan untuk hari sabtu dan minggu biasanya telah beroperasi dari pukul 08.00 sampai 21.00, dengan harga tiket Rp 5000 per orang.

Monumen ini sebenarnya adalah kapal selam sungguhan yaitu KRI Pasopati 410 , salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952 dengan tipe Whiskey Class. Kapal ini juga pernah ikut berperan dalam Pertempuran Laut Aru tentang Irian Barat dengan Belanda.

Monumen Kapal Selam telah di resmikan tanggal 27 Juni 1998, untuk dapat memperingati keberanian para pahlawan Indonesia, kemudian kapal ini akan di bawa ke darat. Namun untuk membawa kapal selam ke tengah kota Surabaya tidaklah mudah, kapal selam tersebut dipotong telah menjadi 16 bagian dan selanjutnya dibawa ke area Monumen Kapal Selam kemudian dirakit kembali dan di jadikan monumen. Ada beberapa ruangan antara lain:

    Ruang torpedo haluan yang di lengkapi dengan 4 peluncur torpedo
    Ruang periskop yang juga berfunsi sebagai Pusat Informasi tempur
    Ruang Tinggal Perwira
    Ruang ABK (Anak Buah Kapal)
    Ruang torpedo buritan
    Ruang listrik
    Ruang diesel

Di antara ruang di pisah dengan pintu kedap air, di dalam ruangan hawanya cukup panas. Saat melakukan operasi, para awak kapal selam ini harus mampu menahan suhu udara yang cukup panas di dalam kapal. Meski mendapat pasokan oksigen yang cukup, namun kapal ini tidak dilengkapi pendingin udara.

Di Monumen Kapal Selam juga terdapat berbagai fasilitas, antara lin, kamu juga bisa menonton film di Video Rama yang menyajikan sejarah kapal selam di Indonesia, ataupun menikmati sajian musik di panggung terbuka pada hari sabtu dan minggu. Terdapat tempat untuk pemutaran film yang menampilkan proses peperangan di Laut Aru. Sedangkan di pinggir Kali Mas yang juga masih di dalam area monumen kamu bisa berolahraga di jogging track yang di sediakan selain itu terdapat pula kios makanan yang menyediakan berbagai macam masakan. Tentu mengunjungi Monumen Kapal Selam atau Monkasel bisa menjadi wisata keluarga yang mendidik. Anda dan keluarga bisa lebih tahu tentang salah satu armada laut Indonesia yang kuat yaitu kapal selam.

 

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Mr. Goldberg was a serial Silicon Valley entrepreneur and venture capitalist who was married to Sheryl Sandberg, the chief operating officer of Facebook.

Dave Goldberg Was Lifelong Women’s Advocate

Artikel lainnya »