Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

Cari Rumah Impian Termurah Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Cari Rumah Impian Termurah Depok

Cari Rumah Impian Termurah Depok salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Cari Rumah Impian Termurah Depok

Cari Rumah Impian Termurah Depok

Pusat Rental & Sewa Khususnya Sewa Komputer, Sewa Notebook, Laptop, Proyektor, TV Plasma, LCD TV Terlengkap & Terpercaya

Pusat Rental & Sewa Khususnya Sewa Komputer, Sewa Notebook, Laptop, Proyektor, TV Plasma, LCD TV Terlengkap & Terpercaya. Selain itu kami juga telah menyediakan Rental Sound System & Rental Plasma Multi Display (Plasma Wall & Orion).

Dengan dukungan pengalaman dan teknisi yang handal serta sanggup untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan membuat Total Rental selalu menjadi pilihan utama Costumer Corporate Indonesia.

Kami telah menyadari bahwa kesuksesan sebuah acara sangat bergantung dari penanganan organizer yang baik, maka dengan itu Total Rental selalu menjaga dan mengedepankan Total Quality, Total Service dan Total Satisfied Layanan Sewa Komputer & Multimedia kami. Tentunya dengan unit yang terjaga dan terupdate sesuai dengan perkembangan teknologi.

Siapa orang yang menembak Tito Refra Kei, adik John Kei, hingga tewas masih belum diketahui.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Siapa orang yang menembak Tito Refra Kei, adik John Kei, hingga tewas masih belum diketahui. Namun, diduga pelaku adalah pembunuh bayaran.

"Kita duga ini aksi dilakukan oleh pembunuh bayaran. Untuk mendeteksi aksi pembunuh bayaran itu sulit karena sifatnya individu," kata Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane, saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/6/2013).

Menurut Neta, dugaan itu dapat dilihat dari keterampilan pelaku dalam melakukan eksekusinya. Pertama, pelaku dapat melakukan aksinya bahkan pada saat situasi ramai. Padahal, kata Neta, ada orang-orang Tito Kei yang juga berada di lokasi kejadian. Kedua, lanjut Neta, pelaku melakukan penembakan dengan tepat sasaran, meski menggunakan helm dan kondisi saat itu sudah malam.

"Ketiga, kita duga pelaku sudah profesional, sudah melakukan survei dengan datang dari mana, posisi tembak di mana, dan dia harus lari ke mana," ujar Neta.

Selain itu, Neta mengatakan, kemungkinan pelaku sudah memiliki senjata api bukan rakitan sudah cukup lama. "Memang banyak beredar senjata api rakitan. Tapi dalam kasus Tito tidak ada kaitannya karena tentu senjata yang digunakan bukan rakitan, tetapi senjata sudah dimiliki cukup lama sehingga tepat sasaran. Senjata rakitan yang ilegal itu biasa dilakukan pada aksi pencurian seperti di minimarket," ujarnya.

Belajar dari kasus kematian Tito Kei, sambungnya, sudah saatnya jajaran kepolisian di Polda Metro Jaya melakukan deteksi dini terhadap pelaku teror bersenjata itu. Hal ini, kata dia, untuk mencegah potensi kejadian lain yang bisa muncul dari kasus tersebut.

"Polres atau polsek bisa melakukan patroli untuk antisipasi jangan sampai ada aksi penembakan seperti itu," katanya.

Sebelumnya, pelaku tak dikenal dengan memakai helm dan mengenakan jaket mendekati Tito dan rekannya yang tengah bermain kartu di lokasi kejadian. Pelaku kemudian menembak Tito beserta pemilik warung hingga kedua korban tewas. Dalam kejadian itu pelaku melepaskan tembakan dua kali kepada korban.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian melarikan diri. Sementara itu, di lokasi kejadian, polisi menemukan satu proyektil peluru dan satu selongsong.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Artikel lainnya »