jual ruko

Rp 1.820.000.000

Harga Rumah Bagus RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Harga Rumah Bagus

Harga Rumah Bagus salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Harga Rumah Bagus

Harga Rumah Bagus

saco-indonesia.com, Prestasi apik Brendan Rodgers di Liverpool rupanya telah mulai mendapatkan pengakuan dari pihak klub. Manaje

saco-indonesia.com, Prestasi apik Brendan Rodgers di Liverpool rupanya telah mulai mendapatkan pengakuan dari pihak klub. Manajer yang pernah menangani Swansea itu disebut oleh The Mirror akan segera mendapatkan kesepakatan kontrak baru dari pemilik klub, John Henry.

Rodgers saat ini telah berhasil membawa Liverpool naik ke puncak klasemen sementara dan telah memiliki peluang besar untuk bisa menjadi juara Premier League musim 2013/14 atau mengamankan tempat di Liga Champions.

Kontrak Rodgers juga masih tersisa 18 bulan, namun Liverpool telah dilaporkan tak akan menunggu lama menyusul untuk memperpanjang kontrak manajer utama mereka, yang kabarnya juga sempat diincar oleh Tottenham Hotspurs.

Andai memang negosiasi berjalan dengan mulus dan Rodgers telah menerima segala persyaratan yang ada, maka ia juga akan mendapat peningkatan gaji mencapai 2 juta poundsterling per tahun.

Hal ini juga merupakan bentuk komitmen klub untuk dapat mempertahankan kerangka tim, usai sebelumnya telah berhasil memperpanjang kontrak penyerang top mereka, Luis Suarez.


Editor : Dian Sukmawati

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Selama ini kebiasaan menonton televisi dikaitkan dengan banyak penyakit, mulai dari obesitas hingga penyakit mata.

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Selama ini kebiasaan menonton televisi dikaitkan dengan banyak penyakit, mulai dari obesitas hingga penyakit mata. Namun baru-baru ini peneliti juga mengungkap bahwa terlalu sering menonton televisi juga bisa merusak otak anak-anak. Peneliti menemukan bahwa menonton televisi bisa mengubah struktur otak anak dan secara perlahan merusaknya.

Lebih sering anak menonton televisi dan dalam waktu yang lama, maka lebih banyak pula perubahan struktur yang terjadi pada otak mereka. Hasil ini ditemukan setelah peneliti Jepang mengamati 276 anak berusia lima sampai 18 tahun yang menghabiskan hingga empat jam sehari di depan televisi. Anak-anak tersebut rata-rata menghabiskan waktu dua jam setiap hari.

Scan MRI pada otak menunjukkan bahwa anak yang menghabiskan lebih banyak waktu menonton televisi memiliki bagian abu-abu di otak bagian frontopolar cortex mereka. Bertambahnya bagian abu-abu berkaitan dengan menurunnya kemampuan verbal anak dan tingkat kecerdasan mereka, ungkap peneliti dari Tohoku University di Sendai, seperti dilansir oleh Daily Mail (10/01).

Peneliti menjelaskan bahwa sebelumnya efek menonton televisi pada otak anak-anak belum pernah diteliti. Mereka menekankan bahwa menonton televisi berkaitan dengan perkembangan saraf pengetahuan pada otak anak. Orang tua sebaiknya mengawasi jumlah waktu yang dihabiskan anak mereka di depan televisi.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cerebral Cortex ini menekankan kaitan antara menonton televisi dengan perubahan struktur pada otak anak. Sayangnya mereka tak melakukan penelitian terhadap efek kegiatan lain pada otak, seperti membaca buku, berolahraga, atau bersosialisasi dengan teman.

Sumber:Merdeka.com

Editor : Maulana Lee

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

Artikel lainnya »