Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

Harga Rumah Indah Termurah Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Harga Rumah Indah Termurah Depok

Harga Rumah Indah Termurah Depok salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Harga Rumah Indah Termurah Depok

Harga Rumah Indah Termurah Depok

saco-indonesia.com, Acer telah menepati janjinya. Di ajang Computex 2013 Taiwan, Senin (3/6/2013), Acer telah memperkenalkan produk "hybrid" (gabungan) tablet dan smartphone (phablet) pertamanya, Liquid S1.

Saco- Indonesia.com - Acer telah menepati janjinya. Di ajang Computex 2013 Taiwan, Senin (3/6/2013), Acer telah memperkenalkan produk "hybrid" (gabungan) tablet dan smartphone (phablet) pertamanya, Liquid S1.

Berbeda dari perangkat phablet lain yang biasanya memiliki harga yang cukup tinggi, Liquid S1 dibanderol relatif murah. Perangkat ini akan dilepas ke pasaran dengan harga sekitar 430 dollar AS atau sekitar Rp 4,2 juta.

Sekadar informasi, phablet milik Samsung, Galaxy Note II, berharga Rp 7,5 juta. Merek lainnya rata-rata memiliki harga hingga 499 dollar AS.

Dikutip dari Engadget, Senin (3/6/2013), Acer Liquid S1 memiliki layar TFT berukuran 5,7 inci yang mendukung resolusi 720p. Ini merupakan perangkat smartphone pertama Acer yang dilengkapi dengan layar berukuran lebih dari 5 inci.

Dari segi pacu daya, ia dilengkapi prosesor bikinan Mediatek dengan kecepatan 1,5GHz quad-core. RAM-nya sebesar 1GB. Kombinasi di antara keduanya sudah dianggap mampu untuk operasional sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean yang melengkapinya.

Phablet ini memiliki media penyimpanan internal sebesar 8GB yang dapat ditingkatkan hingga 32GB dengan menggunakan kartu microSD. Kapasitas baterainya sebesar 2.400mAh.

Untuk sementara, Acer Liquid S1 baru akan mendukung jaringan 3G. Dari segi konektivitas lainnya, S1 mendukung Bluetooth dan juga WiFi.

Editor:Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

saco-indonesia.com, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan, tidak ada anggota Polres Poso yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri, Senin (3/6/2013) pagi, di Mapolres Poso.

PALU, Saco-Indonesia.com — Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan, tidak ada anggota Polres Poso yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri, Senin (3/6/2013) pagi, di Mapolres Poso. Peristiwa ini terjadi setelah apel pagi sekitar puku 08.00 Wita.

"Hanya pelakunya saja yang tewas," kata Soemarno, seperti dikutip Antara.

Pascakejadian, Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto meninjau lokasi di halaman Mapolres Poso. Saat ini polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, Polres Poso telah dibatasi dengan garis polisi guna kelancaran proses olah TKP.   

Pelaku bom bunuh diri adalah seorang pria yang mengendarai sepeda motor setelah menerobos pos penjagaan polisi. Soemarno mengatakan, polisi belum bisa melakukan identifikasi pelaku karena jenazah dalam kondisi hancur. 

 

Editor :Liwon Maulana

Mr. Fox, known for his well-honed countrified voice, wrote about things dear to South Carolina and won over Yankee critics.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »