jual ruko

Rp 1.820.000.000

Harga Rumah Indah Termurah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Harga Rumah Indah Termurah Sentul

Harga Rumah Indah Termurah Sentul salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Harga Rumah Indah Termurah Sentul

Harga Rumah Indah Termurah Sentul

saco-indonesia.com, Agung Rizki yang berusia 20 tahun , yang merupakan tersangka pembunuh Aan Aminah telah mengaku sakit hati pa

saco-indonesia.com, Agung Rizki yang berusia 20 tahun , yang merupakan tersangka pembunuh Aan Aminah telah mengaku sakit hati pada korban karena selama ini telah diperlakukan seperti budak disuruh ngepel, cuci baju dan memijit korban di rumah kos tersebut.

Menurut tersangka yang juga mengaku pacar korban, karena ulah janda satu anak itu sudah keterlaluan, maka pada Selasa (24/12) malam sekitar Pk 19;00, pelaku telah menusuk rusuk kanan korban empat kali. Tak puas menusuk korban , Agung Rizki lalu mencekik kekasihnya hingga tewas.

Menurut Kapolsek Tamansari Kompol Adi Vivid AB, pengakuan dari tersangka tadi baru pemeriksaan sementara. “Kami juga masih terus memeriksa tersangka berkaitan hilangnya harta benda milik korban,” ujar kapolsek yang telah menambahkan bahwa kasus pembunuhan itu telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Sebagaimana yang telah diketahui, Aan Aminah telah ditemukan tewas dalam kondisi bugil tapi ditutupi pelaku pakai bedcover di rumah kosnya di Jalan Mangga Besar 9 RT012/07 Kel Tangki, Kec. Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (27/12) malam lalu.

Korban setelah dihabisi ditinggal pelaku dengan cara kamar digembok dari luar. Baru setelah mayat wanita itu membusuk ditemukan warga.


Editor : Dian Sukmawati

Saco-Indonesia.com — Sebuah Perkembangan ilmu pengetahuan selalu menarik untuk disimak. Penemuan-penemuan baru semakin memudahkan hidup manusia di mana depan.

Saco-Indonesia.com — Sebuah Perkembangan ilmu pengetahuan selalu menarik untuk disimak. Penemuan-penemuan baru semakin memudahkan hidup manusia di mana depan. Tampaknya, hasil desain Tashia Tucker juga akan memberikan efek serupa.

Dengan menggunakan teknologi yang dibayangkan oleh Tucker, bangunan di masa depan dapat menggunakan lantai yang mengandung bakteri sintetis. Bakteri ini dapat memakan kotoran dan membersihkan kaki orang yang melintas di atasnya.

Tucker menamai teknologi yang dibayangkannya ini dengan Synthetic Biology: The Future of Adaptive Living Environments. Proyek tersebut mengeksplorasi kemungkinan penggunaan biologi sintetis yang bisa digunakan dalam bidang arsitektur. Teknologi ini bisa menciptakan permukaan "cerdas" mengandung bakteri.
"Saya pikir dalam 10 tahun ke depan, kita akan mulai melihat pengembangan permukaan yang didesain secara biologis di laboratorium. Dalam kurun waktu 15 sampai 20 tahun mendatang, tersedia bagi masyarakat," ujar Tucker.
Sebagai seorang mahasiswa jurusan desain di Universitas Drexel, Philadelphia, Amerika Serikat, Tucker menampilkan simulasi cara kerja permukaan, penutup lantai "cerdas" yang berisi bakteri hasil modifikasi. Tidak hanya mampu memakan kotoran dan membersihkan kaki penggunanya, permukaan ini juga memberikan peringatan jika ada bahan-bahan berbahaya menempel padanya.
"Proyek ini menggunakan fabrikasi digital, proses-mikro, proyeksi video, teknologi game, dan lainnya untuk menstimulasi bagaimana bakteria yang sudah di-hack ini mampu berfungsi sebagai permukaan dan material di masa depan," imbuh Tucker.
Meski masih dalam bentuk simulasi, Tucker mengajak masyarakat dunia membayangkan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh penemuan semacam ini. Ia mencontohkan lantai yang dapat mendeteksi kotoran dan secara otomatis membersihkan kaki penggunanya dari berbagai bahan berbahaya. Bakteri dalam permukaan hasil desain Tucker akan mengeluarkan warna tertentu dan menunjukkan jenis toksin yang menempel di kaki penggunanya.

Dia juga mencontohkan permukaan serupa yang secara khusus didesain bagi permukaan meja dapur. Untuk simulasi ini, Tucker menggunakan permukaan silikon di atas sensor tekan yang dioperasikan oleh Nintendo gaming mat dan dihubungkan dengan prosesor mikro Arduino dan sebuah proyektor.

Permukaan hasil desain Tucker ini akan mengeluarkan warna tertentu yang akan menjadi indikator bagi penggunanya. Misalnya, penggunanya alergi terhadap kacang, maka ketika ada kandungan kacang pada makanan yang diolah di atas permukaan tersebut, bakteri di dalam permukaannya akan berubah warna menjadi kuning.

"Aplikasi ini juga berpengaruh pada industri kesehatan. Rumah sakit, peralatan bedah, dan perlengkapan medis bisa secara visual memberi amaran jika lingkungan di sekitarnya aman dan bersih," ujarnya.
Tucker bahkan membuat dinding responsif dari selulosa. Karyanya ini mendemonstrasikan bagaimana bakteri dapat diprogram untuk merespons gerakan manusia dan membentuk pola tertentu.

Hasil desain Tucker ini adalah sebagian kecil dari produk The Design Futures Lab, sebuah grup penelitian trans-disiplin ilmu yang ada di Westphal College of Media Arts & Design di Drexel University. Principal Investigator, Assistant Professor Nicole Koltick merupakan direktur laboratorium tersebut. Koltick-lah yang menyediakan berbagai visi dan membimbing proyek-proyek di bawah agenda penelitian kohesif.

Jadi, mampukah material cerdas seperti ini memudahkan hidup di masa depan? Tentu saja. Namun, kita semua masih harus menunggu, menurut Tucker, setidaknya 15 sampai 20 tahun mendatang untuk mendapatkan teknologi semacam ini.

Sumber :www.dezeen.com/kompas.com
Editor : Maulana Lee

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Artikel lainnya »