Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

Harga Rumah Mewah 2016 Murah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Harga Rumah Mewah 2016 Murah Sentul

Harga Rumah Mewah 2016 Murah Sentul salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Harga Rumah Mewah 2016 Murah Sentul

Harga Rumah Mewah 2016 Murah Sentul

saco-indonesia.com, Pelatih Walter Mazzarri juga sangat kecewa dengan performa para pemain Internazionale saat dibungkam oleh tu

saco-indonesia.com, Pelatih Walter Mazzarri juga sangat kecewa dengan performa para pemain Internazionale saat dibungkam oleh tuan rumah Juventus 1-3 di giornata 22 Serie A 2013/14.

Dalam laga di Juventus Stadium itu, Senin (03/2), Inter bahkan telah tertinggal 0-3 terlebih dahulu melalui gol-gol Stephan Lichtsteiner, Giorgio Chiellini dan Arturo Vidal. Satu-satunya gol hiburan Nerazzurri telah diciptakan oleh Rolando pada menit 71.

"Penguasaan bola hampir seimbang, tapi ada beberapa faktor yang telah menciptakan perbedaan besar. Determinasi Juventus lebih baik dan mereka lebih agresif, sedangkan kami bermain sangat lamban dan terkesan malas," kata Mazzarri seperti dilansir Football Italia.

"Meski begitu, kami juga sempat menciptakan beberapa kesempatan. Jangan lupa, Rodrigo Palacio dua kali berpeluang untuk mengubah skor jadi 3-2. Kami harus fokus untuk dapat meningkatkan determinasi tim," imbuhnya.

Akibat dari kekalahan tersebut, Inter sekarang telah menempati peringkat enam dengan 33 angka atau terpaut 11 dari Napoli di batas tiga besar.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Jajaran reskrim Polsek Sukmajaya, telah berhasil mengungkap kasus pencurian di rumah yang ditinggal penghuni

saco-indonesia.com, Jajaran reskrim Polsek Sukmajaya, telah berhasil mengungkap kasus pencurian di rumah yang ditinggal penghuni alias rumsong. Dua tersangka yang kerap bermain di wilayah Sukmajaya telah dibekuk. Tertangkapnya pelaku juga berkat perekam CCTV yang terekam wajah pelaku.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol Agus Widodo telah menuturkan bermula laporan pencurian di toko material OPE milik Pargudani yang berusia 54 tahun , di Kebon Duren Rt. 02/05 No.40 Kel.Kalimulya Kec,Cilodong Depok pada Senin (10/2) kemarin pukul 01:30 dinihari.

Ketika petugas telah melakukan olah TKP dan memintai sejumlah keterangan saksi, petugas menemukan pelaku .”Subari yang berusia 30 tahun ,warga Bakalrejo RT.002/003 Kel. Guntur Kec. Demak, Jawa Tengah lalu Muksin, 31, warga Bakalan RT 007/002, Kec. Kapas Bojonegoro Jatim kita bekuk berturut-turut. Kedua pelaku adalah pemulung ,”ujarnya kepada Pos Kota, Selasa (11/2) pagi.

Pelaku telah ditangkap di rumah kontrakannya di Kp Sawah RT 3/4 Jatimulya,Cilodong. “Wajah pelaku yang terekam dari CCTV dicetak, dan diselidiki ternyata mereka adalah pemulung. Saat ditemukan lokasi persembunyiannya, ketika dilakukan penggrebekan tidak melakukan perlawanan,”ungkapnya.

Dalam aksinya tersebut, lanjut Kapolsek menggasak alat-alat material dan listrik dengan kerugian telah mencapai Rp. 15 juta.

“Alat bukti pelaku kita sita berupa linggis untuk merusak pintu depan, dan barang yang dicuri seperti 25 rol kabel listrik eterna, 1 unit kompor gas 1 buah magic com, 18 handle pintu, 1 karung berisi 50 unit keran air, set buah katrol, sebuah shower, dan 1 buah gerobak rongsokan,”bebernya.

Dari pengakuan pelaku tersebut , aksi pencurian yang dilakukan sudah berulang-ulang dengan beraksi di sekitar wilayah Sukmajaya dan Cilodong.

“Pelaku berpura-pura menjadi pemulung untuk dapat memantau situasi keadaan rumah atau toko yang akan menjadi sasarannya di tengah hari malam,”demikian.

“Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan hukuman 5 tahun penjara.


Editor : Dian Sukmawati

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Artikel lainnya »