jual ruko

Rp 1.820.000.000

Harga Rumah Nyaman Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL).

Harga Rumah Nyaman Depok RumahCantikku.com adalah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Harga Rumah Nyaman Depok

Harga Rumah Nyaman Depok

saco-indonesia.com, Grup Telkom telah tercatat sebagai penguasa frekuensi di Indonesia karena saat ini telah memiliki lebar spek

saco-indonesia.com, Grup Telkom telah tercatat sebagai penguasa frekuensi di Indonesia karena saat ini telah memiliki lebar spektrum hingga 325MHz. Hal tersebut dari riset yang telah dipublikasikan Indonesia ICT Institute, pekan lalu.

Frekuensi milik Grup Telkom tersebar pada layanan Flexi, satelit, BWA, dan anak usahanya, Telkomsel. Untuk Flexi, Telkom telah memiliki 5MHz di pita 850MHz, satelit selebar 200MHz di pita 3,5MHz dan BWA di pita 2,3GHz selebar 75MHz.

Meskipun Telkom telah menyatakan sudah mengembalikan frekuensi di pita 2,3GHz, namun tak jelas berapa sebenarnya lebar spektrum yang telah dikembalikan BUMN telekomunikasi itu.

Sementara Telkomsel saat ini telah menguasai total frekuensi selebar 5MHz, sama dengan yang telah dimiliki XL. Sehingga dua operator seluler itu saat ini telah menjadi pemilik terbesar frekuensi seluler.

 

Komisi I DPR berteriak soal frekuensi yang dikatakan juga merupakan sumber daya yang pengalokasianya perlu dilakukan secara berhati-hati. Apa yang disampaikan DPR ini memang telah menjadikan frekuensi sebagai isu yang menjadi buah bibir beberapa waktu terakhir ini, terutama pasca konsolidasi sejumlah operator seperti XL dengan Axis.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementeri Kominfo M. Budi Setiawan, beberapa operator sudah memasuki zona merah alias kekurangan frekuensi sehingga penataan frekuensi telah menjadi cukup mendesak.

Saat ini operator dengan menggunakan frekuensi dalam rentang 450MHz hingga 3,5GHz, frekuensi-frekuensi yang dapat dipakai untuk broadband nirkabel, meski 2,6 serta 3,5GHz dipakai TV berlangganan berbasis satelit.

Selain alokasi tiap entitas operator, Indonesia ICT Institute juga telah mengumpulkan alokasi frekuensi berdasar grup atau konsolidasi yang sudah terjadi, seperti Bakrie Telecom yang telah membeli Sampoerna Telecom Indonesia dan Reka Jasa Akses (REJA) dicoba dikelompokan sebagai Bakrie Telecom, kemudian PT Telkom dan PT Telkomsel, ada juga Indosat dan IM2, serta Sinar Mas yang telah memiliki SmartFren dan SmartTelecom.


Editor : Dian Sukmawati

Puluhan pemuda telah tertipu saat mendaftar sebagai calon anggota TNI. Petugas Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) 532 Jember sudah mengusut penipuan rekrutmen peserta Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Puluhan pemuda telah tertipu saat mendaftar sebagai calon anggota TNI. Petugas Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) 532 Jember sudah mengusut penipuan rekrutmen peserta Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Kami langsung menyerahkan penyelidikan kepada penyidik Subdenpom untuk proses lebih lanjut karena ada kesaksian yang menyebutkan keterlibatan oknum yang diduga anggota TNI," kata Komandan Kodim 0824 Jember Kolonel Arh Wirawan Yanuarto.

Pihak Kodim Jember telah mengamankan sebanyak 35 pemuda asal Sumatera dari sebuah penginapan di Jalan Wijaya Kusuma.

Puluhan pemuda yang berusia sekitar 18-19 tahun dari berbagai daerah di Sumatera itu diduga telah menjadi korban penipuan seorang anggota TNI yang menjanjikan mereka bisa mengikuti Sekolah Calon Bintara tanpa melalui jalur resmi.

"Setiap lima orang dikirim ke Subdenpom secara bergantian, jika lima orang sudah selesai maka lima orang lainnya akan dikirim ke sana," tuturnya.

Berdasarkan dari keterangan sejumlah pemuda itu, mereka telah menyebut salah satu pria diduga anggota TNI di Lampung sebagai penjamin. Dia berjanji akan memasukkan 35 pemuda itu sebagai tentara tanpa melalui perekrutan resmi dan langsung mengikuti pendidikan.

"Saya berharap penyelesaian kasus ini tidak terlalu lama, sehingga dapat segera dituntaskan penyelidikan dugaan penipuan itu dan pemeriksaan dilakukan secara maraton, agar tidak membuang waktu," kata Kolonel Wirawan.

Dia juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas anggota dan menghukum seberat-beratnya, apabila terbukti ada unsur penipuan dan percaloan berdasarkan keterangan sejumlah pihak yang terlibat.

Pihak Kodim 0824 Jember, sudah melakukan komunikasi dengan orang tua para pemuda tersebut, sehingga diharapkan dapat semakin mudah membuka tabir dugaan penipuan rekrutmen calon bintara.

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Artikel lainnya »