jual ruko

Rp 1.820.000.000

Jual Ruko Murah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL).

Jual Ruko Murah Sentul RumahCantikku.com adalah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Jual Ruko Murah Sentul

Jual Ruko Murah Sentul

saco-indonesia.com, Pasca kenaikan status Gunung Kelud, ratusan warga yang berada di wilayah Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar K

saco-indonesia.com, Pasca kenaikan status Gunung Kelud, ratusan warga yang berada di wilayah Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri berjaga-jaga di jalanan dengan membuat api unggun, Selasa (11/2) dini hari. Aksi 'melekan' itu dilakukan untuk dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu gunung yang hanya berjarak 8 kilometer dari desa mereka tersebut meletus.

Sapari yang berusia (48) tahun salah seorang warga setempat, juga mengaku sempat was-was dengan kenaikan status Gunung Kelud ke siaga. Warga juga telah menilai, perubahan status gunungdari waspada ke siaga sangat begitu cepat.

"Kami warga di sini juga sempat was-was, sebab takutnya gunung meletus lebih cepat. Kekhawatiran kami lagi adalah anak gunung Kelud jika terjadi letusan akan dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar. Oleh karena itu warga di Desa Sugihwaras terutama yang laki-laki siaga di jalanan sambil membuat api unggun," kata Sapari.

Masih menurut Sapari, ia juga telah membawa turun anak-anaknya ke tempat lebih aman agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana sudah tidak begitu merisaukan bagaimana membawa keluarga. "Saya hanya bersama istri saya siaga di rumah, anak-anak dan juga surat-surat penting sudah kami bawa turun ke rumah mertua di Desa Ngreco Kecamatan Kandat yang berjarak kurang lebih 25 kilometer," tambahnya.

Selain Sapari, Prapto tetangga Sapari juga menuturkan ia telah mengemasi barang-barang berharga dan beberapa kebutuhan selama pengungsian nanti. "Intinya warga di sini sudah siap jika sewaktu-waktu diinstruksikan untuk pindah ke pengungsian," ujarnya.


Editor : Dian Sukmawati

Unjuk rasa besar-besaran di Jakarta sudah jauh hari digaungkan para buruh akan digelar untuk memperingati Hari Buruh, Rabu (1/5/2013). Istana Negara rencananya akan menjadi salah satu tujuan aksi. Tapi, ternyata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak ke Surabaya, Jawa Timur, Rabu pagi, untuk kegiatan kunjungan kerja.

JAKARTA,  - Unjuk rasa besar- besaran di Jakarta sudah jauh hari digaungkan para buruh akan digelar untuk memperingati Hari Buruh, Rabu (1/5/2013). Istana Negara rencananya akan menjadi salah satu tujuan aksi. Tapi, ternyata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak ke Surabaya, Jawa Timur, Rabu pagi, untuk kegiatan kunjungan kerja.

Agenda Presiden ke Jawa Timur, tak sepenuhnya tak terkait dengan peringatan Hari Buruh. Dijadwalkan Presiden akan berdialog dengan buruh PT Maspion dan PT Unilever di Surabaya. "Adalah menjadi tradisi yang kami lakukan, tujuh tahun terakhir ini setiap peringatan Hari Buruh 1 Mei kami selalu ada forum dialog dan komunikasi dengan para pimpinan konfederasi dan federasi," kata SBY ketika menerima para pimpinan beberapa serikat buruh di Istana Negara Jakarta, Senin (29/4/2013).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku terus memantau dinamika yang berkembang di kalangan buruh menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Termasuk rencana buruh melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. "Saya memantau dinamika dan perkembangan teman-teman di perburuhan termasuk unjuk rasa  tetapi yang jelas saya kira semua sepakat unjuk rasa buruh itu tertib dan tidak merusak," kata SBY.

SBY mengaku senang kalau demo buruh berjalan tertib dan tidak merusak karena itulah yang namanya  demokrasi. "Boleh ada ekspresi ada sesuatu yang ingin dikritikkan pada pemerintah, pada yang lain, termasuk pikiran seperti apa, tapi tertib. Kalau tidak tertib apalagi anarkis membawa masalah bagi semua, bagi negara, perekonomian, industri dan pekerja sendiri," kata SBY.

Oleh karena itu, SBY meminta buruh dalam berunjuk rasa nanti harus menjaga situasi itu. "Manakala harus menyampaikan protes dan aspirasinya jaga ketertiban, sehingga pesannya sampai pada saya, pada pemrirntah dan ada solusi," kata SBY.

Sebelumnya, para buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyatakan, sudah ada 150.000 buruh yang mengonfirmasikan keikutsertaannya dalam May Day. Tak hanya datang dari seputar Jabodetabek, buruh yang mengikuti aksi hari ini datang dari Karawang, Purwakarta, dan daerah lain.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Demo Buruh

 

Editor :  Maulana Lee

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Artikel lainnya »