Jual rumah di bogor

Rp 4.855.000.000

Jual Rumah Mewah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Jual Rumah Mewah Sentul

Jual Rumah Mewah Sentul salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Jual Rumah Mewah Sentul

Jual Rumah Mewah Sentul

saco-indonesia.com, Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menahan FD, adik Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. FD diduga tela

saco-indonesia.com, Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menahan FD, adik Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. FD diduga telah terlibat korupsi pengalihan lahan untuk fasilitas umum menjadi lokasi Balai Benih Induk.

"Mulai Senin pukul 20.00 WIB malam , FD telah resmi kami tahan," kata Direktur Reskrim Khusus Polda Sumut Kombes Pol Dono Indarto di Medan, Senin (23/12). Demikian dilansir dari Antara.

Penahanan tersebut juga merupakan kelanjutan proses penyidikan 1atas kasus dugaan korupsi tersebut setelah penahanan Sekdakab Nias Selatan AL dan Asisten I Pemkab Nias Selatan FS. FD diduga juga ikut serta dalam mengalihkan proyek pengadaan lahan untuk fasilitas umum tersebut menjadi Lahan Balai Benih Induk (BBI).

Dugaan korupsi tersebut telah berawal ketika Pemkab Nias Selatan menganggarkan dana Rp 10 miliar dari APBD tahun 2012 guna pembelian lahan yang diperuntukan perkantoran dan fasilitas umum.

Namun, anggaran untuk pengadaan fasilitas umum tersebut telah dialihkan menjadi pengadaan Balai Benih Induk dan menyerahkan pemegang proyek kepada FD. Akibat kebijakan tersebut, negara diperkirakan telah mengalami kerugian sekitar Rp9,4 miliar.

"Kami juga masih harus mendalami dan mengembangkan penyidikan. Jika ditemukan bukti, siapapun kita lakukan tindakan sama sesuai hukum," katanya.

Direktorat Reskrim Khusus Polda Sumut menahan Sekdakab Nias Selatan AL dan Asisten I Pemkab Nias Selatan FS pada Kamis (19/12).


Editor : Dian Sukmawati

    saco-indonesia.com,     Kasih kulihat darimu ada     Sesuatu yang beda memb

    saco-indonesia.com,

    Kasih kulihat darimu ada
    Sesuatu yang beda membuatku
    Menjadi tak mengerti..

    Katakanlah sejujurnya
    Padaku jangan kau membisu
    Yakinlah ku pasti mengertikan dirimu..

    Ternyata kau sudah tak lagi mencintaiku
    Dan kau ingin akhiri semua sampai di sini
    Maafkan jika selama ini aku tak bisa
    Bahagiakan dirimu bahagiakan dirimu

    oohoo.. hooo.. oohooo.. hoooo..


    Editor : Dian Sukmawati

 

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Artikel lainnya »