jual condotel mewah

Rp 2.422.000.000

Rumah Bagus Paling Murah Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Rumah Bagus Paling Murah Depok

Rumah Bagus Paling Murah Depok salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Rumah Bagus Paling Murah Depok

Rumah Bagus Paling Murah Depok

Kami adalah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang penjualan alat cleaning service , Sales & Spare Part Cleaning Equ

Kami adalah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang penjualan alat cleaning service , Sales & Spare Part Cleaning Equipment dan penjualaan ( alat-alat perlengkapan kebersihan) .
Dan menyediakan produk Cleaning Equipment ( perlengkapan kebersihan) yang memadai dan berkualitas terbaik dimana dapat memberi manfaat yang maksimal serta mempunyai umur ekonomis yang lebih menguntungkan Produk Cleaning Equipment kami antara lain:
seperti :

1. Alat cleaning service.
2. Mesin cleaning service.
3. Alat kebersihaan.
4. Chemical cleaning service.
5. Jonitorial equipment .

Antara lain alat cleaning service kami adalah :

- Scrubber drayers.
- Sweeping machine.
- Escalator cleaner
- Polisher Machine 13, 16, 17 inc
- High speed 20 inc
- Sweeper.
- Vacuum industry.
- Vacuum cleaner 10 , 18, 32, 60, 90ltr.
- Wind blower 3 speed 900w.
- Jet steam cleaner.
- Ozonisasi.
- Foging Machine.

Alat cleaning service Jonitorial equipment
- Dust mop freme / Freme loby daster, 60, 80, 90, 100, 120 cm.
- Dust mop acrylic / kain lobi 60, 80, 90, 100, 120 cm
- Telescopic, 3 M , 4, 5M, 6M, 9 M.
- Steel Straigh squeegee / wiper lantai 55, 75 cm
- Stailess window sponge ( wiper kaca ) 25, 35, 45 cm
- Glsses water/ wasser.
- Mop holder/ Penjempit kain pel.
- Kain Mop.
- Almunium handel mop.
- Grip handel.
- Jonitor cart.
- Wet floor sign.
- Singgel bucket.
- Double bucket.
- Laoundry cart.
- Guest room.
- Bak sampah troly / garbage bin 120 ltr, 240 ltr, 1000 ltr.
- Aqua green/ tapas.
- Sikat lantai.
- Sikat toilet.
- Rack Ball
- Pad 3M, merah, putih, coklat, hitam, biru.
- Nomad floor mating 3M, 3A.
- Keset kaki kain .
- Tissue kotak, tssue tanpa tulang, tissue pake tulang, tissue toilet.
- Stell wool.
- Sapu lidi gagang, sapu lidi tanpa gagang.
- Sapu nylon nagata dan sapu nylon Nagoya.
- Sapu ijuk.
- Tudor sprayer.
- Sikat tangan
- Sikat gagang panjang.
- Sarung tangan benang.
- Sarung tangan karet.
- Masker.
- Helmt proyek.
- Septi balt.
- Seragam cleaning.
- Warpark cleaning.
- Motor vacuum

Nama: Nn. Yati SE [Direktur/CEO/Manajer Umum]
E-mail: alatcleaningservice@yahoo.com
Pesan Instan:
Y!: alatcleaningservice@yahoo.com Y!: alatcleaningservice
PIN BlackBerry: 25D90E1A 25D90E1A
Nomer HP: 085693329503
Nomer Telpon: 021- 51125527 / 021- 27463036
Alamat: JLN Makam Pahlawan Komplek Taman Juanda Blok P2 nomor 10
Bekasi 17111, Jawa Barat
Indonesia

 

Rumah mantan pejabat PT Telkom di Jalan Menteng Kecil No.9 RT 11/9 Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, telah dibobol pembantu. Perhisan emas dan mata uang asing total Rp 100 juta raib dari brankas. Hal itu telah dibenarkan oleh Kapolsek Menteng AKBP Gunawan,SH,MH.

Rumah mantan pejabat PT Telkom di Jalan Menteng Kecil No.9 RT 11/9 Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, telah dibobol pembantu. Perhisan emas dan mata uang asing total Rp 100 juta raib dari brankas. Hal itu telah dibenarkan oleh Kapolsek Menteng AKBP Gunawan,SH,MH.

Menurut Syafaruddin yang berusia 54 tahun , Ketua RT setempat, oleh Samilah Bin Atmorejo,63, dan istrinya Ny HJ Maya,56, rumah berlantai dua itu telah dijadikan tempat kos. Rumah seluas 400 meter dengan tiga pembantu dua wanita sedang satu lagi waria.Kamarnya ada 17.

“Setelah pensiun sejak tahun 2008, rumah tersebut dijadikan kos-kosan di lantai dua sedang di lantai bawah dihuni pemilik, namun pemilik tidak melapor ada anak kos,”ujar ketua RT .

Brankas telah diketahui bobol Senin (10/3) lalu, korban telah mengambil uang buat bayar umroh yang di laksanakan bulan ini. Anehnya tak ada bekas congkelan di brankas, telah membuat korban mencurigai tiga pembantunya. Pemilik lalu melapor ke polisi.

Petugas segera melakukan olah TKP dan dari hasil pemeriksaan ternyata salah satu pembantunya bernama Oyok alias Dodoy,22, yang dicuriagi sebagai pelaku.Pasalnya yang bersangkutan menghilang.

Oyok alias Dodoy, telah diburu ke kampung halaman di Cianjur. Tak pelak lagi pembantu yang sudah 7 tahun bekerja diseret polisi ke Jakarta.

Kepada polisi,tersangka juga mengaku perhiasan emas dan mata uang asing total Rp 100 juta diambil, semuanya dipakai untuk beli rumah di kampung sedang sisanya Rp 45 juta masih ada disimpan dalam buku tabungan bank.

“Dan dari tangan pelaku itu selain buku tabanas juga disita 2 HP dan TV serta sepatu yang dibeli dari hasil kejahatan. Brankas telah dibuka pakai kunci duplikat yang dibuat di Senen. Uang tidak diambil sekaligus hanya kalau majikan pergi ke daerah

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »