jual condotel mewah

Rp 2.422.000.000

Rumah Cantik Murah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Rumah Cantik Murah Sentul

Rumah Cantik Murah Sentul salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Rumah Cantik Murah Sentul

Rumah Cantik Murah Sentul

    saco-indonesia.com,     mengapa kau pergi, mengapa kau pergi     di saat

    saco-indonesia.com,

    mengapa kau pergi, mengapa kau pergi

    di saat aku mulai mencintaimu

    berharap engkau jadi kekasih hatiku

    malah kau pergi jauh dari hidupku

     

    menyendiri lagi, menyendiri lagi

    di saat kau tinggalkan diriku pergi

    tak pernah ada yang menghiasi hariku

    di saat aku terbangun dari tidurku

     

    reff:

    aku inginkan dirimu datang dan temui aku

    kan ku katakan padamu aku sangat mencintai dirimu

    aku inginkan dirimu datang dan temui aku

    kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

     

    menyendiri lagi, menyendiri lagi

    di saat kau tinggalkan diriku pergi

    tak pernah ada yang menghiasi hariku

    di saat aku terbangun dari tidurku

     

    repeat reff

     

    semoga engkau kan mengerti tentang perasaan ini

    maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta (indahnya cinta)

    maaf sungguh ku tak bisa (tak bisa) untuk kembali padamu

    maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta

     

    repeat reff

    Editor : dian sukmawati

 

Minimnya sistem deteksi dan sterilisasi di pintu-pintu masuk menuju wilayah Indonesia menyebabkan negeri ini rentan terhadap serangan virus, termasuk virus H7N9 yang saat ini menginfeksi ratusan orang di China atau virus baru corona di Arab Saudi.

Saco-Indonesia.com — Minimnya sistem deteksi dan sterilisasi di pintu-pintu masuk menuju wilayah Indonesia menyebabkan negeri ini rentan terhadap serangan virus, termasuk virus H7N9 yang saat ini menginfeksi ratusan orang di China atau virus baru corona di Arab Saudi.

Masuknya virus H7N9 ke Indonesia hanya masalah waktu mengingat intensitas kegiatan China dengan Indonesia sangat sering. Kegiatan perdagangan, pariwisata, atau lainnya bisa berfungsi sebagai ”pembawa” virus ini.  

Menurut Dr CA Nidom, pakar biologi molekuler bidang avian influenza dari Universitas Airlangga Surabaya, seharusnya di tiap bandara atau pelabuhan tersedia sistem sterilisasi atau disinfektan untuk barang dan orang.

Diperlukan pula pintu masuk terpisah untuk pesawat dari dan ke China. Sesorang yang baru pulang dari China sebaiknya juga tidak langsung berada di sekitar hewan yang peka virus influenza seperti unggas, babi, dan kucing.

"Dengan sistem pengamanan ala laboratorium, setiap barang atau orang yang dicurigai sakit akan disterilisasi. Semua ini perlu dilakukan karena kita belum aman dari virus H7N9 atau virus baru corona," katanya dalam acara seminar Celebrating 60 Years DNA Discovery di Jakarta (4/6/2013).

Khusus untuk virus H7N9, menurutnya, belum diketahui apakah virus berasal dari wabah atau hasil seleksi. Virus ini juga melahirkan varian baru yang berbeda dengan sebelumnya sehingga vaksin tidak mungkin lagi dipakai karena jenis virusnya sudah berbeda.

"Yang lebih mengherankan virus H7N9 ditemukan dalam jumlah sedikit di negara endemik. Idealnya jumlah burung yang terkena virus lebih banyak dari manusia. karena itu kita harus lebih waspada," kata Nidom.

Masker dapat menjadi alat pertahanan terhadap serangan virus. Kain yang melindungi hidung dan mulut ini menutup dua akses virus masuk ke dalam tubuh.

"Bahkan pertahanan yang minimal saja tidak dianjurkan pemerintah. Sebaiknya bagi yang hendak ke Arab Saudi atau Asia timur gunakan masker untuk perlindungan," kata Nidom.

Seperti yang diketahui, saat ini Arab Saudi dan Eropa sedang dalam ancaman novel virus sebagai penyebab corona. Adapun Asia timur belum lepas dari cengkraman virus flu burung.

 

Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Artikel lainnya »