jual ruko

Rp 1.820.000.000

Rumah Indah Murah RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Rumah Indah Murah

Rumah Indah Murah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Rumah Indah Murah

Rumah Indah Murah

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuang

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso, terkait penyidikan dalam kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Dia juga akan diperiksa sebagai saksi terkait  dugaan korupsi mantan Deputi V Bank Indonesia, Budi Mulya.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2014).

Agus Santoso diketahui pernah menjadi Deputi Direktur Departemen Perencanaaan Strategis dan Hubungan Masyarakat (DPSHM) Bank Indonesia (BI).

Selain Agus, KPK juga berencana memeriksa mantan Direktur Hukum BI Ahmad Fuad, pegawai BI Rudiatin S Djadmiko, mantan pegawai BI, Eddy Sulaiman Yusuf, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, mantan Pegawai BI Rusli Simanjuntak dan Pegawai BI Doddy Budi Waluyo4


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Misteri pembunuhan terhadap wanita pengusaha catering di Jalan Tanah Tinggi 1, RT 011/06 Kel. Tanah Tinggi,

saco-indonesia.com, Misteri pembunuhan terhadap wanita pengusaha catering di Jalan Tanah Tinggi 1, RT 011/06 Kel. Tanah Tinggi, Kec. Johar Baru, Jakarta Pusat, akhirnya terkuak. Pelaku telah ditangkap oleh petugas Polres Jakarta Pusat di Kampung Badui, Lebak Banten.

Tersangka Suwiryo yang berusia 27 tahun , telah mengaku membunuh korban karena butuh uang untuk biaya persalinan istrinya. “Tadinya saya tidak bermaksud untuk membunuh majikan, hanya mau mengambil perhiasan yang akan saya jual untuk biaya melahirkan istri. Namun korban teriak hingga saya panik dan membunuhnya,” katanya, Kamis (6/2) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Tatan Dirsan Atmaja telah menjelaskan, terungkapnya kasus pembunuhan yang telah menimpa Adhika Putri yang berusia 31 tahun ,janda beranak dua ini berkat kerja keras polisi dalam melakukan penyelidikan, termasuk keterangan sejumlah saksi. “Para saksi mengarahkan dugaan ke pelaku,” katanya.

Petugas pun juga mendapat petunjuk kalau Suwiryo berada di tempat istrinya di daerah Banten. Polisi kemudian telah membentuk tim khusus untuk dapat memburu pelaku.

Begitu diyakini kalau pelaku berada di Banten, petugas yang dipimpin oleh Kanit Resmob AKP Mustakim, segera menuju ke lokasi untuk dapat memastikan keberadaan pelaku pembunuh pengusaha catering. Setibanya petugas di perkampungan Badui, polisi bersama sejumlah masyarakat sekitar itu telah mendatangi rumah pelaku.

Polisi telah melihat tersangka sedang tidur-tiduran dan langsung disergap. “Dari hasil BAP yang telah dibuatkan polisi, terungkap kalau pelaku sudah sering melakukan pencurian di rumah dengan modus berlagak sebagai pembantu dan ujung-ujungnya mencuri harta majikan,” ujar Tatan Dirsan Atmaja.

Menurut pengakuan pelaku, Minggu (2/2) lalu sekitar pukul 03:00 dinihari , sudah ada niat jahat untuk mencuri di tempat majikannya. Ia masuk kamar tengah saat majikan tidak ada. Namun karena barang yang diincer tidak ada, niat jahat itu kembali dilakukan pada Senin (3/2) sekitar pukul 10:00.

Tersangka masuk kamar depan dan mengambil perhiasan emas 5 gram dan laptop berikut HP dari lemari. Naas, saat pelaku mau keluar dari kamar tiba-tiba wanita beranak dua itu terjaga dari bangun dan mempergoki aksinya. Korban teriak hingga membuat tersangka panik dan membekapnya pakai kain.

Setelah itu,pelaku memukul kepala pakai palu yang sudah disiapkan hingga belasan kali. Korban pun tewas dengan kondisi mengenaskan. “Tersangka kita kenakan  pasal 365 jo  338 KUHP  dengan ancaman hukuman 20 kurungan penjara,” tegas Tatan.(silaen/yo)


Editor : Dian Sukmawati

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Artikel lainnya »