jual condotel mewah

Rp 2.422.000.000

Rumah Indah Murah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Rumah Indah Murah Sentul

Rumah Indah Murah Sentul salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Rumah Indah Murah Sentul

Rumah Indah Murah Sentul

saco-indonesia.com, Bagai jatuh tertimpa tangga, inilah yang telah dialami oleh Reza yang berusia 19 tahun , yang telah menjadi

saco-indonesia.com, Bagai jatuh tertimpa tangga, inilah yang telah dialami oleh Reza yang berusia 19 tahun , yang telah menjadi korban pemukulan di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Kramatjati, Senin (17/2) kemarin . Niat hati ingin memarahi sopir Kopaja yang akan menabraknya, pemuda ini malah dipukuli gerombolan ormas yang ada di dalam kendaraan tersebut.

Kapolsek Kramatjati, Kompol Andini telah menuturkan, peristiwa itu telah terjadi sekitar pukul. 18:30. Reza telah menjadi bulan-bulanan penumpang yang tidak terima memarahi sopir atas mobil yang ditumpanginya. “Korban luka memar di wajahnya ,” kata kapolsek Senin (17/2) kemarin .

Diceritakan Kapolsek, kejadian itu bermula saat korban yang akan menyeberang di samping Pusat Grosir Cililitan (PGC) nyaris ditabrak Kopaja 57 jurusan Kampung Rambutan – Blok M. Korban yang kaget pun langsung menggebrak bus 3/4 tersebut. “Dia teriak bawa mobilnya biasa saja dong,” kata Andini menirukan korban.

Tanpa disadari, mobil tersebut ternyata berisi penumpang dari salah satu ormas. Tanpa komando, penumpang yang ada langsung turun untuk menghakimi Reza. “Korban kabur melarikan diri namun dapat ditangkap gerombolan itu dan langsung memukulinya,” ujar Andini lagi.

Beruntung, tiga orang warga yang ada di sekitar dapat melerai aksi brutal kelompok ormas tersebut. Korban langsung dilarikan ke RS Budi Asih. “Korban pun saat ini masih shock dan sulit dimintai keterangan atas kasus pengeroyokan yang telah dialaminya,” imbuhnya.

Polisi juga masih memburu pelaku pengeroyokan tersebut. Kasus inipun saat ini masih ditangani oleh Polsek Kramatjati. “Saksi yang berjumlah tiga orang itu yang kita mintai informasinya untuk dapat meringkus pelaku,” tuturnya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Jajaran Polsek Sukarami Palembang telah berhasil mengamankan 22 paket ganja kering seberat 2,2 kilogram yang

saco-indonesia.com, Jajaran Polsek Sukarami Palembang telah berhasil mengamankan 22 paket ganja kering seberat 2,2 kilogram yang telah dibuang oleh pemiliknya saat polisi menggelar razia giat 21. Razia tersebut telah dilakukan di perbatasan Palembang-Banyuasin, Selasa (11/2) sekitar pukul 20.00 malam WIB.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Imam Tarmudi juga mengungkapkan, ganja tersebut telah dibuang oleh pemiliknya yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z berwarna niru dari arah Banyuasin menuju Terminal KM 12. Ganja siap pakai itu tersimpan di dalam tas besar berwarna merah dan ditemukan di depan Kapospol Alang-alang Lebar menuju ke Grand City, KM 12 Palembang.

"Karena ada razia, pengendara motor tersebut dengan kencang langsung membelok ke arah Terminal KM 12. Motor mereka juga hampir oleng lalu tas yang penuh dengan ganja tersebut terjatuh," kata Imam , Rabu (12/2) kemarin.

Melihat ada tas yang terjatuh dan tidak diambil, salah satu anggota yang ikut menggelar giat 21 langsung mengambilnya. Saat diperiksa ternyata berisi penuh dengan ganja.

"Pengendara motor tersebut telah melarikan diri ke arah Grand City saat dikejar," ujarnya.

Imam telah menduga, ganja kering siap pakai itu telah berasal dari daerah Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Tempat tersebut terdapat ladang ganja yang telah berhasil ditemukan oleh petugas beberapa waktu yang lalu.

"Perkiraan seperti itu. Tapi akan kita selidiki lagi siapa pemiliknya dan berasal dari mana," imbuh Imam.


Editor : Dian Sukmawati

Under Mr. Michelin’s leadership, which ended when he left the company in 2002, the Michelin Group became the world’s biggest tire maker, establishing a big presence in the United States and other major markets overseas.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »