Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

Rumah Mewah 2016 Murah Sentul RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Rumah Mewah 2016 Murah Sentul

Rumah Mewah 2016 Murah Sentul salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Rumah Mewah 2016 Murah Sentul

Rumah Mewah 2016 Murah Sentul

Alloh menjanjikan Surga bagi umatnya yang taat padaNya dan Rasul namun Alloh juga mengancam bagi umatnya yang melalaikan perintah dan larangannya.

Alloh menjanjikan Surga bagi umatnya yang taat padaNya dan Rasul namun Alloh juga  mengancam bagi umatnya yang melalaikan perintah dan larangannya.

 

Bagi yang tidak tahu atau tidak mengerti tetap dikatan melanggar atau bersalah, kenapa bersalah? Kita sebagai umat islam jangan asal islam harus belajar mencari ilmu akherat, bahkan walaupun untuk mendapatkan ilmu akherat harus menyebrangi lautan api sekalipun, ada hadist Nabi yang bunyinya “Tolabul ilmi paridotun ala kuli muslim” artinya diwajibkan kepada orang islam untuk mencari ilmu akherat”.

 

Sedangkan bagi orang-orang sudah mengerti harus mengamalkannya, mengajarkan kepada orang-orang yang belum tahu, tentu saja dengan cara yang baik sopansantun bijaksana tidak emosional atau pemarah, karna Nabi Muhamad pun mencontohkan kepada kita prilaku yang sangan baik ada sahabat Nabi yang tinggal bersama Nabi -/+ 23 tihun belum pernah Nabi berkata Hust! Apalagi kasar, kita sebagai umatnya Nabi Muhamad kalau harus sama ya tidak mungkin tetapi paling tidak menuju kearah kebaikanlah.

 

Jadi apabila kita melanggar atau mengabaikan perintah Alloh dan Rasulnya maka Alloh akan memasukan mereka kedalam nerakanya Alloh, seperti firman Alloh pada surat Annisa ayat 14 yang berbunyi :

 

 

 

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا

 

 

Sumber Al'Quaran & Al'Hadist

oleh:

Liwon Maulana (galipat)

saco-indonesia.com, Pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta akan kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap kepada Rud

saco-indonesia.com, Pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta akan kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap kepada Rudi Rubiandini. Agenda sidang kali ini yakni untuk mendengarkan keterangan saksi.

"Saksi yang akan dihadirkan Selasa (hari ini) yakni Simon G Tanjaya dan Deviardi," kata kuasa hukum Rudi, Rusdi A Bakar, saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2014).

Simon adalah bos PT Kernel Oil Indonesia, sedangkan Deviardi adalah pelatih golf Rudi. Saksi lain yang juga bakal dihadirkan yakni Plt Kepala SKK Migas Johanes Widjanarko, Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri (KPI) Artha Meris Simbolon, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas Gerhard Maarten Rumeser, dan Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Iwan Ratman.

Setiap kesaksian yang mereka sampaikan akan dikonfrontasi dengan Rudi Rubiandini.

Rudi didakwa telah menerima uang saat menjabat Kepala SKK Migas guna untuk memuluskan penanganan tender lelang. Di mana, uang suap yang telah diberikan petinggi PT Kernel Oil Singapura Widodo Ratanachaitong sebesar SGD200 ribu dan USD900 ribu diberikan melalui Deviardi.

Selain itu, Rudi juga akan didakwa menerima uang dari Artha Meris Simbolon sebesar USD522.500, lalu dari Johanes Widjanarko SGD600 ribu, Gerhard Rumesser USD150 dan USD200, serta dari Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Iwan Ratman sebesar USD50 ribu.

sidang yang sejatinya digelar pukul 09.00 WIB, hingga pukul 10.45 WIB belum juga dimulai.


Editor : Dian Sukmawati

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Ms. Turner and her twin sister founded the Love Kitchen in 1986 in a church basement in Knoxville, Tenn., and it continues to provide clothing and meals.

Artikel lainnya »