Jual rumah di bogor

Rp 4.855.000.000

Rumah Murah Sentul Nirwana Residence RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL).

Rumah Murah Sentul Nirwana Residence RumahCantikku.com adalah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Rumah Murah Sentul Nirwana Residence

Rumah Murah Sentul Nirwana Residence

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memutuskan pemberian ucapan terima kasih berupa uang atau barang da

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memutuskan pemberian ucapan terima kasih berupa uang atau barang dan biaya transport kepada penghulu nikah termasuk gratifikasi. Hal itu telah diputuskan oleh KPK setelah mengadakan rapat koordinasi dengan Kemenag, Kemenkokesra, Kemenkeu, Bappenas, yang telah membahas soal praktik pelaksanaan nikah oleh KUA di berbagai tempat.

"Dari rapat hari ini telah disepakati; praktik penerimaan honor, tanda terima kasih, pengganti uang transport dalam pencatatan nikah adalah gratifikasi sebagaimana yang tertera  dalam pasal 12B UU Tipikor," ujar Direktur Gratifikasi Giri Suprapdiono di KPK, Rabu (18/12).

Giri juga mengatakan anggaran operasional di KUA akan dinaikkan guna untuk mencegah para penghulu menerima ucapan imbalan dari pasangan yang dinikahkan. Sebab, menurutnya, uang operasional sebesar Rp 2 juta per bulan dianggap tidak dapat mencukupi biaya transport.

"Anggaran operasional cuma Rp 2 juta perbulan, tahun depan Rp 3 juta perbulan itu pun juga digunakan untuk operasional kantor. Maka dipandang biaya tersebut tidak dapat memenuhi transport pengulu," ujar Giri.

Pihaknya telah memahami banyak penghulu yang tidak memiliki transport untuk bisa datang ke tempat pernikahan. Hal itu yang dapat menjadi celah untuk penerimaan gratifikasi.

"Hanya sedikit yang punya alat transport, pada dasarnya gak ada sarana dan prasarana penghulu untuk bisa mendatangani pengantin, inilah yang jadi celah untuk penerimaan gratifikasi," ujar Giri.

Giri juga menambahkan jika nanti ada penghulu yang menerima honor, tanda terimakasih, atau uang transport, dari pengantin, harus segera dilaporkan kepada KPK.

"Setiap penerimaan gratifikasi harus dilaporkan kepada KPK dan untuk bisa memudahkan akan diatur mekanisme kemudian," tambahnya.

Selain itu, biaya operasional pencatatan di luar jam kantor, akan dibebankan ke APBN. Untuk itu, pemerintah juga perlu mengubah PP Nomor 7 Tahun 2004.

"1. Biaya operasional pencatatan di luar kantor, luar jam kantor dibebankan ke APBN. 2. Perlu ubah PP No 7/2004 paling lambat 2014. 3. Menunggu peraturan yang baru, Kemenag akan keluarkan peraturan menteri," pungkasnya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Korban pembunuhan karyawati garmen merupakan warga pendatang yang baru bekerja di Pabrik Garmen,PT. Petromin

saco-indonesia.com, Korban pembunuhan karyawati garmen merupakan warga pendatang yang baru bekerja di Pabrik Garmen,PT. Petromindu, Jalan H. Dimun 1, Sukamaju, Cilodong Kota Depok, Rabu (8/1/2014) pagi.

Diketahui identitas korban yang Siti Rohani yang berusia 25 tahun , warga Mulo, RT 012/004, Kelurahan Mulo, Wonosari, Gunung Kidul, Jawa Tengah,

“Korban juga baru mengontrak beberapa bulan di kontrakan milik Ibu Sarmin Silaban,”ujar Erni teman satu kontrakan korban bersama anggota reskrim Polresta Depok ke tempat kerjanya.

Diceritakan Erni, temannya tersebut juga baru beberapa bulan bekerja sebagai buruh garmen di PT Petromindu di Jalan H Dimun 1. “Dari tempat kontrakan korban ke pabrik hanya berjarak sekitar 1 KM. Setiap hari korban jalan kaki menuju ke tempat kerja,”ungkap wanita berkulit putih ini.

Gadis belia yang berasal dari Kebumen ini juga mengatakan, korban juga mempunyai pacar yang sering menjemput ke kontrakannya. “Pacarnya selalu disebut-sebut dengan ‘Abang’. Ciri-cirinya tinggi, kurus, berkulit hitam. Memang sering mengantarkan korban ke pabrik tempat kerja,”katanya.


Editor : Dian Sukmawati

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Artikel lainnya »