jual condotel mewah

Rp 2.422.000.000

Tempat Lahan Kebun Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL).

Tempat Lahan Kebun Depok RumahCantikku.com adalah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Tempat Lahan Kebun Depok

Tempat Lahan Kebun Depok

  Positif Thinking "... Indeed, Allah will not change the fate of a people unless they themselves ch

 



"... Indeed, Allah will not change the fate of a people unless they themselves change the state of his soul ..." Surah Ar-Rad 13:11 -

Truly a statement, an event, or even a piece of a sentence may affect a person's way of thinking, I give examples of the following story:

A father with three small children entering the night train, and there are already many people who are fast asleep, the middle of the night, when people fall asleep, the three children misbehave, they disturb the sleeping passengers. a few moments later there are men who rebuked her father. "I'm sorry, but your son is really naughty, they would not really unsettle the passengers?" then there are women who adds "Do not you feel guilty for your children's behavior?" as did the other passengers, they are grumbling about the behavior of three children. The father then said quietly apologized, "forgive us, in fact the children are not naughty, just that they are so since 1 hour ago because his mother had died." all passengers just snapped, their anger turns into compassion towards the children.

 

Read More

Wanita paruh baya ini tidak kuasa berdiri, tubuhnya kurus kering, perutnya terlihat membesar seperti orang hamil tua.

MAGELANG, Saco-Indonesia.com — Wanita paruh baya ini tidak kuasa berdiri, tubuhnya kurus kering, perutnya terlihat membesar seperti orang hamil tua. Ya, karena kondisi itu, Tasminati (40), warga Dusun Sabrang, Margoyoso, Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hanya bisa termangu lemas di kamar rumah kayunya.

Sejak dua tahun terakhir ia hampir tidak pernah merasakan dan melihat indahnya dunia luar. "Saya ingin sembuh, bisa bekerja dan beribadah lagi, saya juga ingin merawat anak saya hingga besar," tutur Tasminati sambil menyeka air mata dari mata butanya akibat penyakit herpes yang tak kunjung sembuh, Selasa (4/6/2013) kemarin.

Ibu dari Muyasaroh (6,5) itu sendiri tidak tahu persis penyakit apa yang dideritanya. Dokter hingga ahli akupuntur yang pernah memeriksanya mengatakan ia terkena komplikasi penyakit liver, limpa, pembuluh darah, maag, serta ususnya luka. "Awalnya dulu perut dan tenggorokan terasa panas. Waktu itu saya masih umur usia 25 tahun. Tapi saya biarkan saja. Sampai saya kena herpes waktu bertani di sawah," kisah wanita kelahiran Magelang, 31 Desember 1973 itu.

Meskipun kena herpes, Tasminati tetap bisa mengandung buah hatinya bersama suaminya, Sarmono (38). Tasminati menikah dengan Sarmono di usia 32 tahun. Namun, selama kehamilannya itu, Tasminati sering muntah darah bahkan kerap mengalami sakit yang luar biasa di perut. Akibatnya,Tasminati terpaksa melahirkan lebih awal di bulan keenam.

"Waktu itu saya sempat dirawat di RS Muntilan dan dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Saya pendarahan hebat. Dikira saya keguguran tapi ternyata itu darah penyakit," papar Tasminati.

Alih-alih perut mengempis, perut Tasminati justru makin membesar usai melahirkan. Sejak itu pun Tasminati tidak mampu bekerja lagi sebagai buruh pabrik kayu. "Jangankan bekerja, melakukan pekerjaan rumah tangga untuk melayani suami dan anak pun saya tidak sanggup," ujar Tasminati lagi dengan suara parau.

Hingga saat ini, kataTasminati, ia belum pernah melakukan pengobatan untuk kondisi perutnya. Pengobatan masih terfokus pada herpes di matanya. Beruntung tahun 2012 lalu dirinya masih mendapat keringanan biaya pengobatan melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun, entah bagaimana, tahun 2013 ini dirinya tidak mendapat pelayanan itu.

"Kami masih kesulitan mencari biaya pengobatan. Penghasilan suami saya yang hanya buruh pabrik hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja," tutur Tasminati.

Menurut Tasminati, pihak keluarga dan aparat desa setempat pernah mengusulkan agar ia mendapat Jamkesmas 2013. Namun, hingga saat ini usulan itu belum terwujud.

Sementara itu, Yohana, bidan desa setempat yang memberikan pendampingan intensif pada Tasminati mengatakan selama ini penyakit Tasminati belum tertangani dengan baik. Salah satu sebabnya adalah faktor ekonomi. "Dia itu sebetulnya punya semangat untuk sembuh. Tapi sering ketakutan untuk berobat karena tidak punya uang," ungkap Yohana.

Yohana berharap pemerintah setempat memberikan perhatian pada Tasminati. Program Jamkesmas juga diharapkan lebih bisa tepat sasaran.

Kepala Dusun Sabrang, Zarkoni, ketika dikonfirmasi mengatakan sudah pernah mengusahakan dan mendampingi Tasminati mendapatkan Jamkesmas lagi. "Kami sudah membantu sebisa mungkin. Saat ini kami masih upayakan untuk mendapatkan Jamkesmas," tandas Zakoni. 

****

Informasi penyaluran bantuan untuk Mimin, hubungi: redaksikcm@kompas.com

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Artikel lainnya »