Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

Tempat Rumah Bagus Paling Murah RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Tempat Rumah Bagus Paling Murah

Tempat Rumah Bagus Paling Murah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Tempat Rumah Bagus Paling Murah

Tempat Rumah Bagus Paling Murah

saco-indonesia.com, Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita.

saco-indonesia.com, Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

 

Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.
Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?

Sumber:Pengjian LDII(Liwon Maulana "galipat")

 

saco-indonesia.com, Di babak kedua Kejuaraan Catur Kontinental Asia Piala Manny Pacquiao 2013, Minggu (19/5/2013) di Pasay City, Manila, Filipina, tiga pecatur remaja putri Indonesia berjaya.

MANILA, Saco- Indonesia.com — Di babak kedua Kejuaraan Catur Kontinental Asia Piala Manny Pacquiao 2013, Minggu (19/5/2013) di Pasay City, Manila, Filipina, tiga pecatur remaja putri Indonesia berjaya. WFM Dewi Ardiani Anastasia Citra (19), Nadya Anggraeni Mukmin (17), dan WFM Dita Karenza (13) masing-masing mendapat satu poin setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Citra yang memiliki rating 2155 itu mengalahkan Sharmin Shirin Sultana (2005) dari Banglades. Lawan Citra memang memiliki rating lebih rendah dan belum memiliki gelar. Citra memang lebih diunggulkan di babak kedua ini. Yang juga menggembirakan, Nadya (1854) berhasil mengalahkan WIM Bernadette Galas dari Filipina yang memiliki rating lebih tinggi, 2045.

Adapun Dita (1821) menaklukkan Jedara Docena (2019) dari Filipina. Citra, Nadya, dan Dita kalah di babak pertama, Sabtu lalu. Ada enam pecatur putri yang diberangkatkan ke kejuaraan ini. Tiga yang lain adalah WIM Medina Warda Aulia, WIM Chelsie Monica Sihite, dan Yemi Jelsen. Sayang, ketiganya kalah di babak kedua ini.

Medina dan Yemi juga kalah di babak pertama, tapi Chelsie menang. Itu berarti, empat dari enam pecatur putri mengantongi satu poin dalam dua babak ini. Adapun dua pecatur lain masih nol. Masih ada tujuh babak yang harus dimainkan. Kesempatan masih terbuka luas untuk menambah poin.

Di bagian putra, lima pecatur menuai hasil remis. Satu pecatur menang, yakni Hamdani Rudin. Adapun pecatur yang kalah adalah Yoseph Theolifus Taher. Berikut daftarnya: 1. Yoseph Theolifus Taher (0) kalah dari GM John Paul Gomez (2511) dari Filipina; 2. IM Farid Firman Syah (2369) remis versus GM Krishnan Sasikiran (2669) dari India; 3. GM Susanto Megaranto (2531) remis melawan Bai Jinshi (2369) dari China; 4. Masruri Rahman (2165) menahan imbang IM Kirill Kuderinov (2442) dari Kazakhstan; 5. Mohamad Ervan (2162) remis melawan FM Gombosuren Munkhgal (2427) dari Mongolia; 6. CM Muhammad Luthfi Ali (2246) remis melawan FM Tuan Minh Tran (2399) dari Vietnam; 7. FM Hamdani Rudin (2341)mengalahkan Adelardo Pagente (1906) dari Filipina.


Editor :Liwon Maulana(galipat)

Sumber:Kompas.com

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

The bottle Mr. Sokolin famously broke was a 1787 Château Margaux, which was said to have belonged to Thomas Jefferson. Mr. Sokolin had been hoping to sell it for $519,750.

Artikel lainnya »