Jual rumah di bogor

Rp 4.855.000.000

Tempat Rumah Cantik Paling Murah Bogor RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Tempat Rumah Cantik Paling Murah Bogor

Tempat Rumah Cantik Paling Murah Bogor salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Tempat Rumah Cantik Paling Murah Bogor

Tempat Rumah Cantik Paling Murah Bogor

saco-indonesia.com, Timnas Indonesia U-23 akhirnya mampu untuk mengakhiri perlawanan alot Malaysia U-23 di babak semifinal SEA G

saco-indonesia.com, Timnas Indonesia U-23 akhirnya mampu untuk mengakhiri perlawanan alot Malaysia U-23 di babak semifinal SEA Games 2013, di Stadion Zeyar Thiri Naypyitaw, Myanmar. Kemenangan Indonesia ini telah ditentukan lewat babak adu penalti.

Setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 di waktu normal. Laga semifinal antara Malaysia melawan Indonesia terpaksa harus ditentukan lewat perpanjangan waktu.

Pada babak pertama, Indonesia mampu bermain dominan atas Harimau Muda Malaysia. Meski beberapa kali mampu untuk menciptakan peluang melalui Ramdani Lestaluhu, Fandi Eko Utomo hingga tendangan Yandi Sofyan yang telah membentur mistar gawang Malaysia, Garuda Muda hanya mampu untuk mencetak satu gol melalui Bayu Gatra.

Gol dari Bayu Gatra tersebut telah tercipta pada menit ke-30 setelah bekerja sama satu dua dengan Fandi Eko Utomo. Tanpa cela, pemain Persisam tersebut juga mampu untuk menaklukkan kiper Malaysia, Izham Tarmizi.

Di babak kedua, giliran Malaysia yang ingin mencoba untuk dapat bangkit mengejar ketertinggalan. Setelah beberapa upaya dari Saarvindran Devandrn dan Fadhli Shas belum dapat menemui sasaran, Thamil Arasu akhirnya mampu membawa petaka bagi Indonesia. Gol yang telah tercipta pada menit ke-85 tersebut berawal dari situasi tendangan pojok yang tak bisa diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Garuda Muda. Pertandingan pun akhirnya dapat dilanjutkan lewat perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu, baik Indonesia maupun Malaysia mulai tampil lebih agresif. Dari kubu Garuda Muda, beberapa upaya dari Andik Vermansah dan Nelson Alom belum dapat menemui sasaran.

Begitu pula dengan upaya Harimau Muda melalui Thamil Arasu dan Mohn Rozaimi juga masih belum mampu untuk menembus kokohnya pertahanan Garuda Muda. Skor 1-1 pun telah bertahan hingga babak perpanjangan waktu berakhir. Hasil ini telah membuat laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Di babak adu keberuntungan, Indonesia mampu keluar sebagai pemenang. Kurnia Meiga Hermansyah telah menjadi pahlawan Indonesia setelah menepis tendangan dua eksekutor Malaysia, Thamil Arasu dan Shahrul Saad. Tiga eksekutor Malaysia yang telah berhasil adalah Nazmi Faiz, Fadhli Shas dan Rozaimi Ab Rahman.

Sedangkan dari kubu Indonesia. Hanya Manahati Lestusen yang gagal untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Empat eksekutor lain, Alfin Tuasalamony, Diego Michiels, Yandi Sofyan dan Ferinando Pahabol mampu untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dengan hasil tersebut, Indonesia mampu untuk membalas kekalahan di babak final SEA Games dua tahun lalu atas lawan yang sama, sekaligus telah meraih satu tiket ke partai puncak SEA Games 2013. Di partai final, Indonesia juga masih menanti pemenang antara Thailand melawan Singapura.

Susunan pemain

Malaysia U-23: Izham Tarmizi (GK), Azrif Nashrulhaq, Fadhli Shas, Shahrul Saad, Zubir Azmi, D Saarvindran ( Izzaq Faris), Irfan Fazail, Nasir Basharuddin (Nazmi Faiz), Nazirul Naim (Rozaimi bin Abdul Rahman), Hazwan Bakri , Thamil Arasu.

Indonesia U-23: Kurnia Meiga, Alfin Tuasalamony, Syaifuddin, Manahati Lestusen, Diego Michiels, Egi Melgiansyah (Nelson Alom), Rizky Pellu, Bayu Gatra, Fandi Eko Utomo, Ramdani Lestaluhu (Andik Vermansah) (Ferinando Pahabol), Yandi Sofyan.


Editor : Dian Sukmawati

Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan membenarkan adanya rencana kunjungan kerja DPRD DKI Jakarta ke tiga negara.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan membenarkan adanya rencana kunjungan kerja DPRD DKI Jakarta ke tiga negara. Namun, kunjungan itu terancam gagal karena keterbatasan anggaran.

"Sampai saat ini belum bisa kita laksanakan itu. Kenapa? Karena terbentur pada biayanya," ujar Ferrial kepada wartawan, Senin (3/6/2013).

Ferrial mengatakan, kunjungan kerja ke luar negri bukanlah sesuatu yang patut dipermasalahkan. Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali referensi proyek pembangunan sejenis dengan proyek yang akan dikerjakan di Jakarta. Ferrial mencontohkan, saat proyek transjakarta pertama kali berjalan, ada tim dari Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD yang melakukan kunjungan kerja ke Bogota, Kolombia. Kala itu, Bogota dianggap jadi salah satu kota yang memiliki transportasi jenis bus terintegrasi secara baik bagi masyarakatnya.

"Dalam kasus ini, misalnya monorel. Kita mau tahu yang dibangun bagaimana, apa beban bagi masyarakat terhadap pembangunan monorel itu. Jadi, memang seharusnya dilakukan (studi banding) itu," ujarnya.

Rencana kunjungan kerja DPRD DKI itu bakal dilakukan di Belanda, Malaysia, dan China. Kunjungan tersebut bukan termasuk ke dalam kunjungan kerja ke lima sister city di tiga negara yang telah direncanakan dalam APBD DKI 2013. Adapun kunjungan kerja ke Belanda, Malaysia, dan China itu ternyata tidak dianggarkan dalam APBD DKI 2013. Padahal, sejak satu bulan lalu, pimpinan DPRD DKI telah berkirim surat ke tiap-tiap fraksi di DPRD untuk menunjuk anggotanya yang ikut dalam kunjungan kerja ke tiga negara tersebut.

Editor : Liwon Maulana

Sumber:Kompas.com

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

Artikel lainnya »