jual condotel mewah

Rp 2.422.000.000

Tempat Rumah Indah Termurah RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Tempat Rumah Indah Termurah

Tempat Rumah Indah Termurah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Tempat Rumah Indah Termurah

Tempat Rumah Indah Termurah

Cat rumah anda usang???? Butuh solusi terpercaya??? Jasa pengecatan rumah siap untuk membantu anda dengan maksimal dalam mencipt

Cat rumah anda usang???? Butuh solusi terpercaya??? Jasa pengecatan rumah siap untuk membantu anda dengan maksimal dalam menciptakan rumah yang indah dan sejuk. dengan pemilihan cat yang benar dan tepat akan memberikan anda banyak hal dengan mudah. ini bisa di lihat dengan banyaknya kemudahan yang bisa anda dapatkan disini. dengan memberikan pelayanan akan cat rumah yang baik dan berkualitas, membuat rumah anda menjadi rumah yang lebih indah. Sebelum melakukan pengecatan, ada beberapa tahapan yang di lakukan. Dengan mensurvey akan mengetahui type rumah anda dan warna yang di inginkan. beberapa hal ini juga akan memudahkan setiap detail pekerjaan. Dengan team yang handal, berpengalaman dan pprofesional akan dapat membantu anda dengan sepenuh hati dalam mencitpakan warna yang indah.

Dengan sentuhan artistic dari jasa pengecatan rumah, membuat rumah yang biasa menjadi terlihat begitu indah dan mewah. Di tambah juga dengan pemilihan warna yang berkualitas, terjamin, tahan lama dan tidak luntur membuat tempat tinggal anda semakin menarik. hal ini tentunya akan dapat membuat anda makin betah untuk berlama- lama di rumah. Akurat, fokus, jujur dan tanggung jawab adalah komitnet kami dalam memeberikan pelayanan untuk anda. Di tambah juga dengan integritas dan system yang di terapkan akan membantu setiap detail dinding rumah anda makin menarik. jadi, anda tidak perlu lagi karena team kami siap membantu anda dengan hasil terbaik.

 

Publik Indonesia rata-rata hanya mengenal dua jenis kopi, robusta (Coffea robusta) dan arabika (Coffea arabica).

Saco-Indonesia.com - Publik Indonesia rata-rata hanya mengenal dua jenis kopi, robusta (Coffea robusta) dan arabika (Coffea arabica). Namun, Indonesia sebenarnya memiliki satu jenis kopi lain yang tak kalah membuat penasaran, kopi liberika (Coffea liberica). Seperti apa kopi liberika?

Peneliti dan pencicip kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Yusianto, mengatakan bahwa kopi liberika adalah kopi yang oleh masyarakat kerap disebut dengan "kopi ngongko (nangka)" dan memiliki citarasa unik.

"Kopi ini sering disebut kopi nongko karena bijinya yang besar-besar. kalau dirasakan, kopi ini ada citarasa sayurnya. Seperti kacang panjang mentah. kalau orang Sunda membuat karedok, ada sebagian rasa karedok yang bisa dirasakan di kopi ini," urai Yusianto.

Kopi liberika adalah kopi yang berasal dari wilayah Liberica, Afrika Barat. Kopi ini dibawa ke Indonesia pada abad 19 saat banyak tanaman kopi arabika saat itu terserang penyakit. Saat ini, kopi jenis ini ditanam di wilayah Jambi dan Bengkulu.

Berbeda dengan arabika dan robusta, tanaman kopi liberika berukuran besar, bisa mencapai tinggi 9 meter. Biji kopi liberika juga lebih besar, kadang mencapai dua kali lipat ukuran biji arabika. Yang unik, daun tanaman kopi ini mengandung kafein lebih banyak dari bijinya.

Yusianto mengatakan, kopi liberika adalah salah satu peluang Indonesia. Indonesia bisa mengembangkan jenis kopi liberika untuk diekspor. Saat ini, banyak orang yang belum mengenal jenis kopi ini.

"Kalau ada yang menganggap kopi ini tidak enak, itu hanya karena tidak kenal saja. tak kenal maka tak sayang. Makanya, kita harus kenalkan," katanya saat ditemui dalam acara Press Tour dan Media Gathering yang diadakan Kementerian Riset dan Teknologi, Jumat (17/5/2013).

Yusianto menilai, selain arabika, liberika potensial karena pasar ekspornya pun ada. Masyarakat negara tetangga, Malaysia, banyak yang mengonsumsi kopi jenis ini. Dari sisi harga, liberika juga lebih baik dari robusta. Budidaya dan pengembangan kopi liberika perlu dilakukan.
Editor :Liwon Maulana(galipat)
sumber:Kompas.com

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.

Artikel lainnya »