jual ruko

Rp 1.820.000.000

Tipe Ruko Murah Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL).

Tipe Ruko Murah Depok RumahCantikku.com adalah salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Tipe Ruko Murah Depok

Tipe Ruko Murah Depok

Penerangan cahaya pada malam hari sangat di butuhkan, selain untuk membantu penglihatan agar lebih jelas, bantuan penerangan dar

Penerangan cahaya pada malam hari sangat di butuhkan, selain untuk membantu penglihatan agar lebih jelas, bantuan penerangan dari cahaya lampu juga dapat membuat kita bisa terus beraktifitas pada malam hari. Namun sumber energi yang ada mulai terbatas sedangkan jumlah pemakai semakin bertambah, mengakibatkan harga untuk memakai energi listik menjadi mahal.

Untuk dapat megatasinya gunakanlah sebijak mungkin dalam penggunaannya, ada banyak cara diantaranya untuk mengganti lampu pijar dengan lapu hemat energi, yaitu lampu Compack Flourcent Light (CFL), hal ini banyak di gunakan dari mulai pabrik dan rumah tinggal, hal ini dilakukan untuk dapat menekan tagihan listrik tiap bulannya, karena diyakini penggunaan lampu CFL lebih hemat energi jika dibanding dengan lampu pijar atau lampu bohlam.

Cara Tepat Memilih Lampu

Namun berita terbaru penggunaan lampu CFL mengandung resiko terhadap kesehatan tubuh khusunya kulit, dari hasil penelitian Stony Brook University di New York AS bahwa lampu hemat energi tersebut memancarkan radiasi ultraviolet (UV) yang lumayan tinggi, sehingga dikhawatirkan dapat megakibatkan keruskan pada pada sel kulit, dan pada paparan yang sangat tinggi akan menyebabkan kanker. ini telah dibuktikan dengan cara melakukan uji coba pada kulit yang  sama, dengann memaparkan cahaya dari lampu CFL dan lampu pijar, setelah dianalaisa ternyata kuit yang terkena paparan cahaya lampu hemat energi mengalami kerusakan yang sangat signifikan, hasilnya sinar lampu ini benar-benar mampu mengakibatkan kematian sel, sedangkan sel kulit yang terkena lampu pijar tidak mengalami kerusakan yang terlau berarti,  ”Ungkap peneliti Marcia Simon yang juga profesor dermatologi dari Stony Breek University”.

Seperti yang di kutip dari livescience, peneliti telah meyakini bila terjadi keretakan sekecil apapun pada pembungkus lampu CFL, bisa dapat menyebabkan bocornya sinar UV sehingga membahayakan bagi kesehatan kulit, selain itu lampu CFL juga mengandung bahan berbahaya lainnya seperti merkuri yang dipercaya bisa merusak jaringan saraf, bayi yang lahir bisa mengalami kecacatan dan resiko kesehatan lainnya

Namun dari pihak produsen lampu CFL, telah menanggapi bahwa tingkat radiasi yang dipancarkan oleh lampu CFL masih relatif  aman dan rendah sehingga masih bisa  digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kesimpulannya

Dengan adanya penelitian tentang  lampu hemat energei atau CFL, kita sebagai konsumen dituntut lebih bijak dalam menggunakan energi yang mulai terbatas, bijak juga dalam memilih lampu sebagai sumber penerangan yang lebih ramah terhadap kesehatan untuk keluarga tercinta kita, jadi tidak semata-mata demi menghemat dan melakukan efiseinsi energi atau untuk menekan tagihan listrik yang sepertinya memang akan mengalami kenaikan yang tidak lama lagi.

Mudah-mudahan  postingan Cara Tepat Memilih Lampu Hemat Energi ini bisa bermanfaat dan menjadikan kita lebih bijak kala menggunakan energi listrik

 

saco-indonesia.com, Polisi juga masih akan terus memburu pelaku yang telah membunuh wanita pengusaha katering di rumah Jalan Tan

saco-indonesia.com, Polisi juga masih akan terus memburu pelaku yang telah membunuh wanita pengusaha katering di rumah Jalan Tanah Tinggi 1 Gang V No.185 RT 11/6 Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (3/2) sore.

Ny Adika Adi Putri yang berusia 31 tahun , janda beranak dua tewas seketika dengan luka tikam di bagian kepala belakang dan depan dengan luka 16 tusukan. Jenazah wanita beranak dua itu dikirim ke RSCM. Sedang pelaku diduga karyawan kabur.

“Pelaku karyawannya, yang mau merampok tapi karena kepergok akhirnya barang-barang tak ada yang hilang,” Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja, dengan didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Dasril.

AKBP Tatan Dirsan Atmaja, telah menuturkan, pelaku diduga karyawannya, karena wanita beranak dua itu punya usaha katering dan disaat kejadian dua karyawannya sedang keluar dan seorang lagi yang berinsial DS, ada bersama majikannya. “Mereka ketika itu hanya berdua di rumah, majikannya ketika itu sedang tidur,”tegas Kasat Tatan.

Namun betapa kagetnya, warga telah mendengar wanita yang dikenal ramah ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di kepala.

Dalam hasil olah pemeriksaan, ternyata barang yang hilang tidak ada, diduga ini pelaku mau merampok dan melihat wanita pemilik katering ada di kamar akhirnya dibunuh.Petugas menemukan kain panjang yang mengikat leher korban serta celana panjang jeans berbercak darah diduga kepunyaan karyawannya yang berinsial DS.

“Bisa jadi kalau pelakunya karyawan sendiri berinsial DS, karena saat kejadian dia ada di rumah dan tiba-tiba menghilang kemudian di dalam saku celana bercak darah ada buku notes miliknya,”tegas Kasat Reakrim Tatan.

Warga juga telah memperkirakan kalau pelaku karyawannya . Pasalnya saat kejadian tersebut , warga juga sempat melihat ada orang yang buru-buru keluar dari rumah namun tidak menyangka ada korban pembunuhan.


Editor : Dian Sukmawati

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Artikel lainnya »