Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

Tipe Rumah Impian Murah Depok RumahCantikku.com adalah agen properti yang berkator di KATV Group, Saladin Square B-12, Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Jawa Barat. KATV Group adalah group usaha di baah bendera PT Kiprah Tiga Rancang (KITIRAN), dimana core bisnisnya adalah Pengelolaan dan Advertising KATV (Televisi Kabel Kereta Api Eksekutif ), yaitu televisi hiburan bagi penumpang di atas kereta api eksekutif. Selain itu KITIRAN juga bergerak di bidang advertising untuk promosi luar ruang khusus stasiun-stadiuan dan promsoi di dalam kereta eksekutif dan kereta komuter (KRL). Tipe Rumah Impian Murah Depok

Tipe Rumah Impian Murah Depok salah satu devisi dari KATV Group untuk yang bergerak di bidang agen properti. Saat ini baru menawarkan properti-properti KATV Group yang ada di beberapa kota untuk dijual. Jadi properti yang ditawarkan adalah milik sendiri. Tipe Rumah Impian Murah Depok

Tipe Rumah Impian Murah Depok

Seorang nelayan bernama Naya (24) warga Kampung Badongan, Desa Teluk, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, tenggelam di kawasan perairan Pulau Popole, Minggu, (16/3). Hingga kini, pencarian korban masih dilakukan warga dan Relawan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten.

Seorang nelayan bernama Naya (24) warga Kampung Badongan, Desa Teluk, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, tenggelam di kawasan perairan Pulau Popole, Minggu, (16/3). Hingga kini, pencarian korban masih dilakukan warga dan Relawan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula di saat korban tengah mencari ikan di sekitar Pulau Popole, pulau yang disebut-sebut milik keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Saat itu Naya mencari ikan bersama Jastari (30) yang juga warga Desa Teluk Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Tiba-tiba, korban terjatuh dari atas perahu dan langsung tergulung gelombang laut.

Jastari yang saat itu melihat korban tenggelam, tidak bisa menyelamatkannya, karena Jastari yang juga pemilik perahu, sedang menarik jaring. "saya tidak bisa menolongnya karena dia langsung tenggelam," ujar Jastari.

Sementara itu, koordinator relawan Balawista, Ade Ervin mengatakan, saat ini pihaknya baru melakukan pencarian. Karena pihak keluarga korban baru melaporkan kehilangan korban, Senin (17/3).

Pencarian dilakukan di sekitar pulau di mana korban dinyatakan hilang. "Kami baru terima laporan. Makanya kami baru lakukan pencarian. Jika kemarin langsung lapor, kami langsung detik itu juga melakukan pencarian," katanya.

Saco-Indonesia.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memanfaatkan Wakil Gubernur Banten Rano "Doel" Karno untuk meningkatkan kepatuhan warga di wilayah yang terkenal dengan debus itu.

Saco-Indonesia.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memanfaatkan Wakil Gubernur Banten Rano "Doel" Karno untuk meningkatkan kepatuhan warga di wilayah yang terkenal dengan debus itu. Dari 4,6 juta warga Banten yang bekerja, baru 73 ribu yang tercatat menjadi wajib pajak, hanya meningkat 0,15 persen dari tahun sebelumnya.

"Jumlah wajib pajak Banten belum mencerminkan, artinya masih perlu digali," ujar Kepala Kanwil Ditjen Pajak Banten Muhammad Hanif saat memberikan sambutan pada e-filling SPT Tahunan PPh orang pribadi tahun pajak 2013, Banten, Selasa (18/3).

Dia berharap langkah Rano Karno dalam menyampaikan SPT 2013 bisa diikuti oleh warga Banten lainnya. terlebih lagi, penyampaian SPT secara online atau e-Filling membuat wajib pajak tidak perlu repot-repot mendatangi kantor pajak.

"Pejabat menjadi contoh panutan yang baik bagi masyarakat Serang dan Banten khususnya, agar tergugah untuk membayar pajak," jelasnya.

Hanif menguraikan realisasi penerimaan pajak di Banten tahun lalu sebesar Rp 21,2 Triliun atau melebihi target Rp 21,1 triliun. Dari 1,29 juta wajib pajak, baru 573.273 wajib pajak yang menyampaikan SPT tahunan 2013.

"Kalau nasional menargetkan harus 70 persen, di Banten masih 56,7 persen WP Orang Pribadi yang menyampaikan SPT. Ini masih rendah," ungkapnya.

Hanif mengaku jumlah wajib pajak yang sudah menggunakan e-Filling sebesar 113.759 orang. Sedangkan pendaftar e-filling sebanyak 44.000 wajib pajak.

"Ditargetkan 44.000, kita sudah mencapai 19,5 ribu, insya allah sampai akhir maret tercapai," tegasnya.

Editor : Maulana Lee

Sumber : merdeka.com

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »