Jual rumah di bogor

Rp 4.855.000.000

Museum Satria Mandala merupakan salah satu objek wisata sejarah yang berada di pusat pemerintahan negara Indonesia, Jakarta, tep

Museum Satria Mandala merupakan salah satu objek wisata sejarah yang berada di pusat pemerintahan negara Indonesia, Jakarta, tepatnya di Jalan Gatot Subroto. Museum ini di buka untuk umum mulai tahun 1972 yang pada saat itu peresmiannya telah dilakukan oleh presiden Soeharto dimana menurut sejarahnya, bangunan museum Satria Mandala awal mulanya sebagai rumah dari istri Soeharto yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno.

Museum milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini juga telah menyajikan beragam peninggalan – peninggalam benda – benda perang mulai dari rudal, pesawat tempur, torpedo, ranjau, helicopter dan peralatan tempur lainnya. Sehingga objek wisata ini juga sangat cocok sekali dikunjungi oleh para pelajar yang ingin mengenal lebih jauh mengenai sejarah pertempuran bangsa Indonesia pada zaman dahulu.

Objek wisata Museum Satria Mandala mempunyai halaman depan yang cukup luas dan telah di tata sedemikian rupa sehingga suasananya akan tampak rapih sekali. Di beberapa sisi halaman depan-nya anda akan melihat sebuah benda “roket peluru kendali” yang mempunyai ukuran antara 7 hingga 8 meter, dan tidak jauh dari alat tempur tersebut anda juga akan melihat sebuah pesawat helicopter yang dahulu digunakan oleh TNI AU.

Koleksi Alat Perang Museum Satria Mandala

Hal yang tidak kalah menariknya untuk anda lihat selain di dalam Museum Satria Mandala yaitu sebuah ruang pameran alat – alat berat seperti tank – tank berlapis baja yang terdapat di sebelah samping dan belakang museum. Sebagian besar tank – tank tersebut adalah kendaraan pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia buatan luar negeri. Namun dari sekian banyak koleksi kendaraan tersebut, tank amphibi milik TNI AL adalah yang paling di sukai oleh para pengunjung.

Koleksi Alat Perang Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala juga terlihat sangat sepi sekali dari keramaian para pengunjung, jadi ketika anda berkunjung ke tempat wisata ini, anda akan dapat dengan mudah melakukan berbagai macam aktivitas dengan lebih fleksibel dan mudah seperti berfoto – foto dekat dengan kendaraan tempur yang terdapat di Museum Satria Mandala.

Objek wisata Museum Satria Mandala juga sangat cocok sekali di kunjungi oleh keluarga yang ingin mengenalkan tentang sejarah dan alat – alat tempur yang digunakan oleh bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya pada masa lampau. Dan untuk memasuki objek wisata ini, anda juga akan dikenakan biaya sebesar 2500 rupiah untuk anak – anak dan 5 ribu rupiah untuk orang dewasa, harga yang cukup murah bukan.

Bekasi, Saco-Indonesia.com — Dari beberapa pelacakan aset yang dilakukan Komisi Pembe-rantasan Korupsi telah ditemukan sedikitnya 150 item aset milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.

Bekasi, Saco-Indonesia.com — Dari beberapa pelacakan aset yang dilakukan Komisi Pembe-rantasan Korupsi telah ditemukan sedikitnya 150 item aset milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi. Aset-aset tersebut berupa mobil, tanah, dan bangunan yang tersebar di sejumlah tempat.

KPK telah menetapkan Wawan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bahkan, Wawan tak hanya dikenai pasal-pasal dalam Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. KPK juga menjerat Wawan dengan UU TPPU tahun 2003 untuk mengantisipasi adanya aset-aset yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi sebelum tahun 2010.

”KPK menduga ada aset-aset TCW (Tubagus Chaeri Wardana) yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi sebelum tahun 2010,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di Jakarta, Rabu (15/1/2013).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas, dari hasil pelacakan aset oleh KPK ditemukan sedikitnya 150 item aset milik Wawan yang diduga hasil korupsi. KPK telah mengidentifikasi aset-aset tersebut, antara lain berupa mobil, tanah, dan bangunan yang tersebar di beberapa tempat.

30 perusahaan keluarga

Perolehan aset-aset tersebut diduga dari tindak pidana korupsi melalui sejumlah perusahaan yang terafiliasi ke Wawan dan kakaknya, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ada sekitar 30 perusahaan milik keluarga Wawan dan Atut yang menguasai tender-tender pengadaan di wilayah Banten. Perusahaan tersebut rata-rata ikut tender dengan nilai proyek di atas Rp 5 miliar. Semua aliran uang dari perusahaan itu mengalir ke keluarga Wawan dan Atut.

Johan saat dikonfirmasi ihwal aset-aset milik Wawan yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi mengatakan, ”Sekarang sedang dilakukan asset tracing (pelacakan aset). Sudah kami temukan. Diduga ada puluhan dalam bentuk tanah dan bangunan di beberapa tempat yang kami duga merupakan aset yang bersangkutan. Ini masih dalam tahap pelacakan.”

Johan belum dapat memastikan apakah aset-aset Wawan yang diduga diperoleh dari hasil korupsi tersebut telah disita KPK. Namun, dia memastikan, dalam perkara TPPU, KPK akan menyita aset-aset tersangka yang memang diduga berasal dari hasil korupsi.

”Kalau memang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi, akan disita. Apalagi sudah jadi prosedur di KPK, begitu seseorang ditetapkan menjadi tersangka, maka yang dilakukan penyidik adalah melacak aset-asetnya,” kata Johan.
Tersangka pencucian uang

Secara terpisah, pengacara Wawan, Pia Akbar Nasution, mengaku baru tahu kliennya ditetapkan sebagai tersangka TPPU oleh KPK dari media. Menurut Pia, dia hanya menangani kasus dugaan korupsi dalam penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi di mana Wawan juga menjadi tersangka.

”Kalau soal TPPU-nya Pak Wawan saya belum dapat informasi karena surat kuasa kami hanya di kasus suap MK. Belum ada informasi soal TPPU-nya,” kata Pia.

Menurut Pia, meski hampir setiap hari berkomunikasi dengan Wawan, kliennya tidak membicarakan ihwal status sebagai tersangka TPPU. Termasuk penetapan Wawan sebagai tersangka pengadaan alat kesehatan di Kota Tangerang Selatan.

Terkait kemungkinan Atut juga menjadi tersangka TPPU, Johan mengatakan sangat terbuka. ”Sepanjang ditemukan dua alat bukti yang cukup, yang dapat menyimpulkan dia terlibat, kemungkinan itu bisa saja. Namun, sampai hari ini (kemarin) belum ada tersangka baru dalam perkara TPPU ini,” katanya.

KPK sebelumnya kembali menetapkan Atut sebagai tersangka dugaan korupsi terkait penerimaan sesuatu selama dia menjabat sebagai Gubernur Banten. Atut bahkan diduga memeras bawahannya, kepala-kepala dinas di jajaran Pemerintah Provinsi Banten agar memberikan fee dari proyek yang dikerjakan dinas-dinas yang bersangkutan. Jika kepala-kepala dinas tidak menuruti permintaannya, Atut tidak segan mencopot mereka.

Sumber:kompas.com

Editor : Maulana Lee

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Artikel lainnya »