Jual Kavling di Sentul Nirwana

Rp 1.908.000.000

saco-indonesia.com, Polresta Cimahi telah menembak mati pelaku pencurian dengan kekerasan, Senin (27/1) kemarin malam sekitar pu

saco-indonesia.com, Polresta Cimahi telah menembak mati pelaku pencurian dengan kekerasan, Senin (27/1) kemarin malam sekitar pukul 23.15 WIB. Pelaku telah diketahui bernama Purwana Sumirat. Dalam menjalankan aksinya, pelaku juga kerap membawa senpi mainan dan sangkur untuk dapat menakuti korbannya.

Bahkan saat hendak dibekuk oleh jajaran Reskrim, di bilangan Margaasih, Kabupaten Bandung tersebut, Purwana juga sempat melawan dengan menggunakan senpi dan sangkurnya.

"Saat dilakukan penangkapan tersangka telah melawan menggunakan sangkur dan Senpi (replika) akhirnya ketika ditangkap pelaku ditembak mati karena melawan," kata Kapolresta Cimahi AKBP Erwin Kurniawan, Senin (28/1).

Menurut dia, Purwana dalam beberapa kali aksinya kerap menyasar pengguna sepeda motor dengan cara memepet dan menodongkan sangkur kepada korban. "Beberapa kali aksinya pelaku memepet dan menodongkan sangkurnya kepada korban," jelasnya.

Atas dasar laporan beberapa korban brutal Purwana inilah, polisi juga telah melakukan penyelidikan lanjut hingga akhirnya petualangan pria 21 tahun tersebut terhenti karena timah panas menerjang tubuhnya. Kini jenazah pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.


Editor : Dian Sukmawati

Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok. Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman.

Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok. Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman. Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan. "Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami," kata Chapman seperti dilansir News.com, Kamis (1/4/2010). Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut. "Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat serius, dan juga para vegetarian," pungkas Chapman. Tak ayal temuan ini menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para agamawan Yahudi di berbagai negara.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Artikel lainnya »