diposkan pada : 10-05-2016 10:03:39 Wonderful Indonesia Batu Mentas

Wonderful Indonesia Belitung merupakan kepulauan yang terdiri dari 189 pulau besar dan kecil. Pulau Belitung merupakan yang terbesar dengan panjang 79 km dan lebar 77 kilometer persegi. Seperti halnya Pulau Bangka maka hampir semua pantai dan pesisir di Belitung kaya dengan sumber daya perikanan. Banyak lokasi strategis untuk pemancingan, namun kegiatan unik dan spesifik lainnya adalah menangkap kepiting rajungan dan cumi-cumi di antara pantai dan jajaran pulau karang. Berbagai ikan hias seperti Napoleon, ekor kuning dan ikan Lepuk juga banyak ditemukan di Belitung. Saat ini, banyak wisatawan yang datang untuk bersantai dan bermalas-malasan di pantai Pulau Belitung yang sangat indah. Karang-karang laut yang dulunya merupakan tempat persembunyian penyamun sekarang justru menjadi pusat daya tarik dan keindahan pantai Pulau Belitung.

Terletak ditengah-tengah antara dua pengaruh kerajaan besar yaitu Sriwijaya dan Majapahit, namun ironisnya pulau ini sama sekali tidak menarik perhatian dua kerajaan tersebut karena kondisi alamnya yang miskin. Kini nafas Islamlah yang banyak mempengaruhi tradisi dan adat istiadat di sini seperti dalam upacara adat pernikahan atau selamatan anak. Wonderful Indonesia Namun dalam acara-acara adat lainnya masih terasa pengaruh Hindu dan animisme. Salah satu atraksi yang masih berkembang di kalangan masyarakat Belitung adalah Maras Taun atau Selamatan Kampung yang dilakukan setahun sekali. Biasanya acara ini dilaksanakan usai panen padi sebagai ungkapan terima kasih dan memohon keselamatan padaNya.

Tanjung Pandan adalah ibukota Belitung dan sekaligus sebagai pintu gerbang untuk masuk ke pulau ini. Kota yang terletak di pantai barat Pulau Belitung ini bisa ditempuh sekitar 45 menit dengan pesawat udara dari Jakarta. Jika lewat laut, wisatawan dapat menumpang kapal Cisadane dari pelabuhan Sunda Kelapa dengan memakan waktu sekitar delapan jam. Tiket kapal terdiri dari dua kelas: kelas eksekutif dengan tarif Rp 250.000 dan kelas bisnis Rp 225.000.

Wonderful Indonesia Sejarah Pulau Belitung

Wonderful Indonesia Belitung merupakan kepulauan yang mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Pada akhir abad ke-7, Belitung tercatat sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya, kemudian ketika Kerajaan Majapahit mulai berjaya pada tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut. Baru pada abad ke-15, Belitung mendapat hak-hak pemerintahannya. Tetapi itupun tidak lama, karena ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini segera menjadi taklukan Palembang.

Sejak abad ke-15 di Belitung telah berdiri sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Geresik sebagai raja pertama. Wonderful Indonesia Pusat pemerintahannya terletak di sekitar daerah Pelulusan sekarang ini. Wilayah kekuasaaannya meliputi daerah Badau, Ibul, Bange, Bentaian, Simpang Tiga, hingga ke Buding, Manggar dan Gantung. Beberapa peninggalan sejarah yang menunjukkan sisa-sisa kerajaan Badau, berupa tombak berlok 13, keris, pedang, gong, kelinang, dan garu rasul. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat ditemui di Museum Badau.

Kerajaan kedua adalah Kerajaan Balok. Raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja'kub, yang bergelar Depati Cakraningrat I dan memerintah dari tahun 1618-1661. Wonderful Indonesia Selanjutnya pemerintahan dijalankan oleh Kiai Agus Mending atau Depati Cakraningrat II (1661-1696), yang memindahkan pusat kerajaan dari Balok Lama ke suatu daerah yang kemudian dikenal dengan nama Balok Baru. Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Kiai Agus Gending yang bergelar Depati Cakraningrat III.

Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat III ini, Belitung dibagi menjadi 4 Ngabehi, yaitu :

1.Ngabehi Badau dengan gelar Ngabehi Tanah Juda atau Singa Juda;

2.Ngabehi Sijuk dengan gelar Ngabehi Mangsa Juda atau Krama Juda;

3.Ngabehi Buding dengan gelar Ngabehi Istana Juda;

4.Ngabehi Belantu dengan gelar Ngabehi Sura Juda.

Masing-masing Ngabehi ini pada akhirnya menurunkan raja-raja yang seterusnya lepas dari Kerajaan Balok. Pada tahun 1700 Depati Cakraningrat III wafat lalu digantikan oleh Kiai Agus Bustam (Depati Cakraningrat IV). Wonderful Indonesia Pada masa pemerintahan Depati Cakraningrat IV ini, agama Islam mulai tersebar di Pulau Belitung. Gelar Depati Cakraningrat hanya dipakai sampai dengan raja Balok yang ke-9, yaitu Kiai Agus Mohammad Saleh (bergelar Depati Cakraningrat IX), karena pada tahun 1873 gelar tersebut dihapus oleh Pemerintah Belanda. Keturunan raja Balok selanjutnya yaitu Kiai Agus Endek (memerintah 1879-1890) berpangkat sebagai Kepala Distrik Belitung dan berkedudukan di Tanjungpandan.

Wonderful Indonesia Kerajaan ketiga adalah Kerajaan Belantu, yang merupakan bagian wilayah Ngabehi Kerajaan Balok. Rajanya yang pertama adalah Datuk Ahmad (1705-1741), yang bergelar Datuk Mempawah. Sedangkan rajanya yang terakhir bernama KA. Umar. Kerajaan keempat atau yang terakhir yang pernah berdiri adalah Kerajaan Buding, yang merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Balok. Rajanya bernama Datuk Kemiring Wali Raib. Dari keempat kerajaan yang telah disebutkan diatas, Kerajaan Balok merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Pulau Belitung.

Wonderful Indonesia Wisata Alam Belitung, Batu Mentas

Wonderful Indonesia Batu Mentas yang berada di kaki gunung tajam, memiliki potensi yang luar biasa sebagai sebuah destinasi wisata terpadu. Keindahan alam baik sungainya yang jernih maupun hutannya yang masih lebat, keunikan flora dan fauna, kehidupan masyarakat lokal dengan sentra kebun nenas dan ladanya, ditambah dengan keunikan seni budaya tradisionalnya serta keahlian masyarakatnya membuat kerajinan anyaman serta rotan, merupakan potensi yang jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif yang luar biasa baik untuk lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Batu Mentas hanya berjarak 20 menit waktu tempuh dari kota Tanjungpandan.

Wonderful Indonesia Pada Maret 2012 lalu telah dilakukan Soft Launching oleh KPLB (Kelompok Peduli Lingkungan Belitung) bersama GEF (Global Environment Program) untuk “Sanctuary Tarsius dan Wisata Alam Batu Mentas.” Dalam perjalanannya, berbagai aktivitas pengayaan terus dilakukan untuk menuju sebuah cita-cita besar yaitu menjadikan Batu Mentas sebagai “Wild Life Sanctuary.” Wild life sanctuary merupakan taman suaka bukan hanya untuk Tarsius Bancanus Saltator (atau dalam bahasa local Belitung dikenal dengan “pelilean”), namun juga berbagai flora dan fauna yang sudah terancam punah dan langka seperti Pelanduk, Burung Siaw, Tupai Kelaras, serta tanaman hutan seperti Nibong Palay, Simpor Laki, Pelawan, Rukam, Sisilan, dll. Harapan ini merupakan dorongan peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat khususnya yang berada disekitar lokasi Batu Mentas dan umumnya untuk menambah variasi dan kualitas desitinasi wisata Belitung. Berbagai fasilitas yang ada di Batu Mentas sekarang ini yaitu Outbond Area, Penangkaran Tarsius Bancanus Saltator, Pemandian alam yang natural, wisata Tubing, Jungle Treking, Restoran dengan konsep makan “bedulang” dan Penginapan Safari Tend dan Tree House.

Artikel lainnya »