diposkan pada : 21-06-2016 13:14:29 Hama rayap

Rayap yg dalam bahasa Inggris dinamakan white ants (semut putih), kepada rata rata dikenal juga sebagai serangga yg mengakibatkan kehancuran seperti pepatah “bak kayu dikonsumsi rayap”. Opini tersebut tak sepenuhnya benar dikarenakan dalam ekosistem alam, rayap pun yakni serangga yg menguntungkan bagi manusia yakni yang merupakan serangga pengurai (dekomposer) yg menguraikan sisa-sisa tanaman/kayu. Rayap memakan bahan yg mengandung selulosa seperti kayu & product turunannya seperti kertas. Selulosa yakni senyawa organik yg keberadaanya melimpah di alam tetapi tak sanggup dicerna oleh manusiaataupun organisme tingkat tinggi yang lain sedangkan rayap bersama enteng bakal mencerna senyawa ini sebab dalam usus rayap terdapat parasit Trichonympha yg mengeluarkan enzim selulase yg akan memecah selulosa jadi D-glukosa (gula alami). 
Rayap hidup dalam satu grup yg dinamakan koloni. Dalam tiap-tiap koloni rayap terdapat sekian banyak kasta individu ialah kasta reproduktif yg dinamakan raja& ratu yg bertugas utk memproduksi telur, kasta prajurit yg bertugas menjaga sarang & kasta pekerja yg bertugas mencari makanan, melayani sang ratu &bertani jamur yg dijadikan sumber makanan tidak hanya kayu. Sekian Banyak tabiat yg dipunyai oleh rayap antara lain : 
a. Cryptobiotik ialah sifat rayap yg tak tahan kepada cahaya, 
b. Trofalaksis merupakan saling menjilati & mengganti menggantikan makanan antar sesama individu 
c. Kanibalistik merupakan memakan individu lain yg sakit atau lemas 
d. Neurophagy yakni memakan bangkai individu yang lain
Ukuran badan rayap amat mungil, Captotermes curvignatus mempunyai ukuran badan sekitar 3 mili meter (Suhaendah dkk, 2007) sedangkan Microtermes berukuran 2.8 - 3.9 milimeter (Kalshoven, 1981). Kebolehan mensintesis selulosa menjadikan rayap juga sebagai hama yg amat sangat berbahaya terhadaptanaman perkebunan. 
Tarumingkeng (1993), menyebutkan bahwa rayap perusak kayu terpenting di Indonesia yakni : 
1. Rayap subteran & rayap tanah (family Rhinotermitidae & Termitidae) : Captotermes, Schedorhinotermes, Odontotermes, Macrotermes, & Microtermes. 
2. Rayap kayu kering (Famili Kalotermitidae) : Cryptotermes. 
Rayap tanah senang type tanah yg tidak sedikit mengandung liat bersama kelembaban tinggi, perkembangan optimum diraih terhadap kisaran kelembaban 75-90% (Iswanto A.H, 2005). 
Rayap mencapai sasaran serangan bersama sekian banyak trick seperti : 
1. Obyek berhubungan serentak dgn tanah; 
2. Rayap membangun pipa perlindungan dari tanah hingga obyek serangan; 
3. Lewat celah, retak mungil contohnya terhadap dinding & pondasi; 
4. Menembus obyek-obyek penghalang seperti plastik, logam tidak tebal & lain-lain. 
Rayap Yg Menyerang Tanaman Perkebunan 
Kepada tanaman perkebunan rayap dianggap yang merupakan hama yg amat sangat merugikan. Rayap dari famili Rhinotermitidae terutama dari genus Captotermes & Schedorhinotermes yg paling tidak sedikit merusak tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, & jambu mete. Tipe rayap yg umum menyerang tanaman perkebunan yaitu rayap subteren. Rayap subteren hidup didalam tanah yg mengandung bahan kayu yg sudah mati atau membusuk &tunggak pohon yg masihlah hidup ataupun yg telah mati. Golongan rayap subteren bersarang dalam tanah & memerlukan kelembaban yg tinggi tetapi mampumencari makan hingga jauh di atas tanah. Rayap bisa mencapai sumber makanannya dgn trick menciptakan terowongan atau liang-liang kembara yg terbuat dari tanah. Tanaman perkebunan yg terserang rayap ditandai dgn adanya terowongan rayap dipermukaan batang yg mengarah ke atas. 


Rayap Kepada Tanaman Kelapa Sawit 

Rayap Captotermes curvignatus yaitu hama penting terhadap tanaman kelapa sawit di lahan gambut (Yohanes D.J, dkk.). Rayap menyerang di pembibitan, tanaman belum membuahkan (TBM) & tanaman membuahkan (TM). Keberadaan rayap berawal dari pembukaan lahan yg kurang bersih maka waktu lahan ditanami kelapa sawit rayap jadi hama yg teramat merusak. 
Rayap menyerang kelapa sawit dari dalam tanah serentak mengebor sektor tengah pangkal batang sampai terbentuk rongga & bersarang didalamnya. Rayap pekerja menggerek & memakan pangkal pelepah, jaringan batang, akar & pangkal akar, daun, juga titik tumbuh tanaman kelapa sawit. Serangan ringan ditandaibersama adanya terowongan terhadap permukaan batang. Tanaman kelapa sawit dikategorikan terserang berat seandainya serangan rayap telah mencapai titik tumbuh (umbut) yg mampu mengakibatkan tanaman mati. 
Rayap Kepada Tanaman Karet 
Rayap yg menyerang tanaman karet yaitu dari group Microtermes inopiratus, Captotermes curvignatus. Kepada rata-rata rayap menyerang tanaman karet dari akar yg mati pun pangkal kayu yg ada di sekitar batang karet. Serangan rayap sangat sering dijumpai kepada tanaman yg telah terserang penyakit jamur akar putih (JAP) maka keberadaanya mempercepat kematian tanaman (Judawi dkk, 2006). 
Rayap menyerang tanaman karet secara menggerek batang dari ujung daun hingga ke akar & memakan akar. 
Rayap Kepada Tanaman Jambu Mete 
Serangan rayap kepada tanaman jambu mete mampu mengakibatkan batang patah/rebah. Tanaman yg terserang C. curvignatus dengan cara kasat matakelihatan tetap hidup tapi sebenarnya tak mempunyai kebolehan utk menahan tiupan angin kencang maka enteng tumbang. Terhadap tanaman jambu mete rayap menyerang di pembibitan yg mengakibatkan biji tak bertunas atau tak tumbuh (BPT Situbondo, 2009). Di Kab Muna Sulawesi Tenggara dilaporkan serangan rayap kepada jambu mete mencapai kurang lebih 30% (Indriati G & Khaerati, 2010). 

 


Pengendalian 

Sebelum lakukan perbuatan pengendalian butuh dilakukan pengamatan diareal pertanaman yg menunjukkan gejala serangan. Business pengendalian akandilakukan berdasarkan sekian banyak perihal biologi rayap contohnya sifat trofalasis rayap akan digunakan yang merupakan media buat menyebarkan jamur entomopatogen atau nematode yg berpotensi mengendalikan perkembangan rayap. Pengendalian rayap kepada tanaman perkebunan yang merupakan berikut : 
1. Kultur Teknis 
Sanitasi di areal perkebunan bersama kiat membersihkan tunggul-tunggul tanaman sisa pembukaan lahan baru; 
Menciptakan saluran drainase utk menjaga kelembaban tanah 
2. Pengendalian hayati 
Sekian Banyak jamur entomopatogen sudah tidak sedikit dikembangkan utk mengendalikan hama rayap antara lain Beauveria bassiana, Aspergillus sp., Metarhizium anisopliae, Fusarium sp, & Myrothesium sp., secara penyemprotan. Sebab sifatnya yg kanibal sehingga rayap yg sudah mati akibat terinfeksi oleh jamur dapat dikonsumsi oleh rayap yang lain yg masihlah sehat, akibatnya rayap tersebut ikut terinfeksi & mati. 
3. Pengendalian kimiawi 
Pengendalian kimiawi dilakukan dgn teknik pengumpanan memakai insektisida berbahan aktif hexaflumuran yg bisa menghambat sintesa khitin ygmenyebabkan kegagalan proses perubahaan kulit rayap. Umpan gulungan kertas tisu yg sudah dicelupkan ke dalam larutan hexaflumoran diletakkan dalam perangkap yg ditanam dalam tanah & ditempatkan terhadap titik-titik jurusan dulu lalang rayap. Rayap yg telah terkontaminasi oleh hexaflumuran tak cepatmati dapat tapi menyebarkannya pada rayap lain dikarenakan rayap mempunyai sifat trofalaksis. 



Oleh : Eva Lizarmi, SP 
Diposting oleh : Yulia Azmia Fitri 

Daftar Pustaka

Anonim. 2009. Jambu Mete Budidaya dan dan Perbanyakannya. http://bptsitubondo.wordpress.com. Diakses pada tanggal 28 Maret 2012. 
Diba, Farah dan Dodi N. 1999. Pengujian Laboratories Keampuhan Umpan Hexaflumuron Terhadap Rayap Tanah Captotermes curvignatus Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae). Prosiding Penelitian Hasil-hasil Penelitian Bidang Ilmu Hayat. IPB. Bogor. 
Iswanto A.H. 2005. Rayap Sebagai Perusak Kayu dan Metode Penanggulangannya. e-USU Repository. 
Indriati G dan Khaerati. 2010. Hama Jambu Mete Di Muna, Kendari, Sulawesi Tenggara. http://gindriati.blogspot.com. Diakses pada tanggal 28 Maret 2012.
Judawi, S.D dkk. 2006. Pedoman Pengendalian OPT Tanaman Karet. Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta.
Kalshoven. 1981. The Pests of Crops In Indonesia.PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve. Jakarta.
Tarumingkeng, R.C. Biologi dan Perilaku Rayap. http://rudyct.com. IPB. Diakses pada tanggal 21 Maret 2012.
Yohanes D.J, dkk. 2009. Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros dan Rayap (Captotermes curvignathus) di Asian Agri Group. Prosiding Pertemuan Teknis Kelapa Sawit. PPKS

Artikel lainnya »